Content: / /

Ayub Khan Anggota DPR RI Komisi IX Tutup Rangkaian Sosialisasi KIE Kreatif BKKBN Jatim di Lumajang

Politik Dan Pemerintahan

10 November 2017
Ayub Khan Anggota DPR RI Komisi IX Tutup Rangkaian Sosialisasi KIE Kreatif BKKBN Jatim di Lumajang

Sosialisasi KIE Kreatif BKKBN Jatim di Desa Ngulek Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang

Lumajang (lumajangsatu.com) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kreatif. Acara yang ditempatkan di Desa Ngater Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang itu mengambil tema "Melalui KIE Kreatif kita ciptakan keluarga yang komunikatif informatif dan edukatif".

Dr. Farida Alfawati, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Lumajang menyatakan Program KB di Pasirian sangat sukses. Tak hanya itu, angka nikah muda juga terbaik di Lumajang dan hanya ada kurang lebih 37 pasangan pengantin muda.

"Ada sekitar 37 pengantin muda di Pasirian dan kita minta kepada kader KB agar terus melakukan pembinaan agar pasangan muda tidak hamil muda dan bisa menjalani program tahun madu," ujar Farida, Jum'at (10/11/2017).

Tutuk Fajriatul Mustofiah, ketua TP PKK Kabupaten Lumajang Memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BKKBN Jatim karena memberikan dukungan besar kepada Lumajang. Tutuk juga berterima kasih kepada Ayub Khan, anggota DPR RI fraksi Demokrat yang ikut membawa program Keluarga Berencana ke Lumajang.

"Pemkab Lumajang juga memberikan perhatian lebih untuk program KB, melalui anggran dana desa dari APBD dianggarkan 5 juta rupiah untuk program KB di Desa," jelasnya.

Ayub Khan, anggota Komisi IX DPR RI meminta kepada masyarakat untuk ikut menekan angka nikah muda. Keluarga Berencana bukan hanya soal mengatur kelahiran, namun juga harus mencegah angka nikah muda dengan terus melakukan sosialisasi bahaya nikah muda bagi kaum perempuan.

"Jika nikah muda yang rentan jadi korban adalah kaum perempuan, rentan kena penyakit kangker, rawan jadi korban kekerasan rumah tangga (KDRT) dan keluarga muda rawan dengan perceraian," paparnya.

Uni Hidayati ST, MM, dari BKKBN Jawa Timur menyatakan, saat ini banyak pilihan alat kontrasepsi untuk mengatur kehamilan. Baik perempuan atau laki-laki sudah ada, dan tentunya sudah dapat jaminan keamanan bagi pemerintah.

"Bagi perempuan ada medis operasi wanita (MOW) dan bagi laki-laki sudah ada medis operasi pria (MOP), disamping alat kontrasepsi yang selama ini sudah ada," pungkasnya. (Yd/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi