Content: / /

Banjir Bandang Tiris Probolinggo Putuskan Jembatan dan Ratusan Warga Terisolisi

Nasional

11 Desember 2018
Banjir Bandang Tiris Probolinggo Putuskan Jembatan dan Ratusan Warga Terisolisi

Jembatan ambruk diterjang Banjir Bandang di Kecamatan Tiris ( foto by Wartabromo)

Probolinggo (lumajangsatu.com)  - Banjir bandang yang menerjang kecamatan tiris menyebabkan puluhan rumah rusak dan ratusan warga terisolir dari bantuan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim SAR, Selasa (11/12/2018)

Disalin dari wartabromo, Banjir bandang dan tanah longsor di Kecamatan Tiris terjadi di 3 desa, yakni Desa Andung Biru, Desa Tiris dan Desa Tlogo Argo. Setidaknya 65 bangunan dan rumah rusak serta 7 jembatan penghubung hancur, dalam peristiwa yang memakan korban jiwa itu.

Kerusakan paling parah terjadi di Desa Andung Biru, dimana ada 63 rumah dan bangunan yang rusak. Di Dusun Lawang Kedaton ada 29 unit, Dusun Kedaton 24 unit dan Dusun Campoan 10 unit. Sedang sisanya, yakni 2 rumah rusak tertimpa longsor di Desa Tlogo Argo.

Terjangan banjir bandang tak hanya memporak-porandakan rumah warga, tetapi juga merusak 7 jembatan yang ada di wilayah Kecamatan Tiris. Rinciannya 4 jembatan di Desa Andung Biru dan 3 jembatan di Desa Tiris. Jembatan-jembatan ini dilewati oleh sungai Sungai Lawang Kedaton yang bersatu dengan sungai Sumber Kapong.

“Untuk akses ke dua dusun di Andung Biru, hanya bisa dilewati roda dua dengan menerobos sawah warga atau jalan kalo saja. Kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa lewat. Sementara aksesnya terputus. Ini terus kita upayakan pembersihan jalan. Semoga lekas bisa terbuka jalurnya, biar pasokan bantuan bisa masuk dan menjangkau daerah terdampak bencana,” kata Camat Tiris Robby Siswanto, Selasa (11/12/2018).

Selain merusak rumah dan menghancurkan jembatan, bencana alam tersebut juga memutus jalan antar kabupaten. Yakni di jalan penghubung Kabupaten Probolinggo dengan Kabupaten Jember di Desa Tlogo Argo akibat tertimba longsor.

Sejauh ini, Pemerintab Kabupaten Probolinggo belum mengungsikan warga. Meski saat ini dikhawatirkan hujan kembali turun dengan lebat. Mengingat di daerah tersebut tengah memasuki musim penghujan.

“Belum, kami belum membangun tenda darurat. Sememtara warga mengungsi ke tempat saudaranya yang posisinya lebih tinggi. Masih menunggu perintah untuk dilakukan pengungsian para korban terdampak,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto.

Dalam peristiwa ini, ada 2 korban jiwa melayang, yakni Siti Munawaroh (19) dan Akbar Maulana (10), warga Dusun Lawang Kedaton, Desa Andung Biru. Selain itu ada 566 Kepala Keluarga yang terisolir. (wbr/ls/red)

sumber : wartabromo.com

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi