Content: / /

Barisan Maling, Pasukan Khusus Dibawah Pimpinan Kapten Kyai Ilyas

Gaya Hidup

16 Agustus 2018
Barisan Maling, Pasukan Khusus Dibawah Pimpinan Kapten Kyai Ilyas

Makam Bennu (Danoe) di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa Lumajang

Lumajang (lumajangsatu.com) - 17 Agustus diperingati sebagai hari kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan tak lepas dari jasa para pejuang, baik yang tercatat dalam sejarah bangsa atau yang tidak tercatat.

Rakyat Lumajang juga memiliki andil besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan barisan laskar-laskar yang dimpimpin oleh para kyai. Salah satu pahlawan dari Lumajang adalah Kapten Kyai Ilyas dari Dusun Galingan Desa Boreng dengan para pasukannya.
nama pahlawan lumajang
Yang menarik, dalam buku berjudul "Perjuangan Rakyat Lumajang Dalam Merebut dan Mempertahankan Keredekaan (1942-1949) edisi I disebutkan pejuang barisan maling dibawah pimpinan Kyai Ilyas. Pimpinan barisan maling bernama Bennu yang kemudian dirubah namanya menjadi Danoe seperti tertulis di dinisan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Lumajang.

Kadar Sriyono, ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan dan Kejuangan '45 menyatakan bahwa Bennu adalah seorang maling yang berasal dari Desa Boreng. Kyai Ilyas kemudian merekrutnya menjadi pasukannya dengan keahlian dan kesaktian yang dimiliki Bennu.

Bersama barisan maling lainnya, Bennu bertugas mencuri senjata api dari gudang penyimpanan milik Belanda. Kisahnya, Bennu adalah orang yang sakti, bisa menghilang, punya ilmu sirep atau ilmu yang bisa membuat orang tertidur pulas.

Dari hasil barisan maling itu, pasukan Kyai Ilyas memiliki senjata api untuk melawan pasukan belanda. Bennu kemudian direkrut menjadi tentara dibawah pimpinan Kapten Kyai Ilyas.

"Bennu ini ceritanya sakti. Oleh Kyai Ilyas direkrut untuk mencuri senjata Belanda bersama barisan maling yang lainnya," jelas Kadar Sriyono.

Bennu sendiri meninggal bukan karena perang, namun karena sakit titanus. Bennu juga berhenti mencuri dan berjualan tempa usai perjuangan mengusir penjajah sudah berakhir.

"Bennu dan teman-temannya insaf dan tidak mencuri lagi. Meskipun tetap disebut barisan maling karena memang tugasnya mencuri senjata Belanda," jelasnya.

Setelah meninggal dunia, Bennu kemudian dimakamkan di TMP Kusuma Bangsa Lumajang dengan nama Danoe blok II jalur G.(Yd/Red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi