Content: / /

Diajak Ngaji Kebangsaan Saling Jaga Agar Tidak Terpengaruh Radikalisme

Diajak Ngaji Kebangsaan Saling Jaga Agar Tidak Terpengaruh Radikalisme

Ngaji bareng tolak radikalisme

Lumajang (lumajangsatu.com) - Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) dan beberapa staf Menko Maritim RI mengajak anggota NU Lumajang untuk saling menjaga untuk sesama. Hal itu dilakukan agar tokoh muda NU di daerah tidak mudah terpengaruh dengan paham radikalisme yang saat ini menyerang Indonesia.

H. Ubaidillah Amin, Tokoh Muda NU Tapal Kuda mengatakan, tujuan dari adanya diskusi kebangsaan ini bertujuan untuk mengingatkan kembali sepak terjang tokoh NU. Yang mana bangsa ini besar karana jasa para ulama.

Dalam hal ini NU merupakan benteng pertanahan Republik Indonesia. Dengan begitu sangat diharapakan kyai-kyai NU mejaga sesama agar masyarakat tidak terpengaruh dengan paham radikalisme.

Selain itu dia menyebutkan jika kedatangannya dalam ini adalah untuk menyambung silaturahmi dengan tokokh kyai NU. "Jika melihat NU tapal kuda adalah pusatnya, kami ingin mendengar aspirasi dari pada Kyai NU,” katanya.

Hal itu berkaitan erat dengan program pemerintah saat ini. NU merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang memiliki peran penting dalam pembangunan negara. "Maka dari itu aspirasi dari para kyai NU sangat kami butuhkan, jelasnya.

Pemaparan paham radikalisme yang saat ini menyerang warga Indonesia juga tidak luput dari bahasan kajian dalam diskusi tersebut. Bahkan banyak yang mengatakan jika presiden memiliki paham komunis.

Hal itu yang ingin diluruskan oleh pihaknya. Bahwa Indonesia merupakan negara kesatuan yang berpegang teguh pada Pancasila. "Tidak ada komunis di Indonesia, bahkan Jokowisendiri secara tegas mengatakan Komunis harus di gepui,” imbuhnya.

Maka dari itu pihaknya mengumpulkan para pegiat NU, mulai dari pengurus cabang, MWC bahkan sampai ranting untuk bersama-sama tidak salah paham dengan yang terjadi saat ini.

"Kami tidak ingin seperti kejadian yang sudah, dalam aksi banyak warga NU yang mengatakan jika PB NU tidak berbuat apa-apa,” tutup laki-laki yang juga Katua Amil Zakat PB NU ini.(Yd/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi