Content: / /

Diduga Pakai Zat Berbahaya, Tipiter Polres Amankan Pembuat Cendol Asal Kunir

Hukum Dan Kriminal

18 Juni 2017
Diduga Pakai Zat Berbahaya, Tipiter Polres Amankan Pembuat Cendol Asal Kunir

Polisi amankan pembuat cendol yang diduga pakai zat berbahaya

Lumajang (lumajangsatu.com) - Polres Lumajang Sabtu (17/06) mengamankan  salah satu pembuat cendol di Pasar Kunir. Penelusuran itu dilakukan dari hasil interogasi pedagang cendol asal Jember yang membeli cendol tersebut dari pembuat di Pasar Kunir.

Polisi menjadikan informasi itu sebagai bahan untuk menelusuri siapa produsen cendol yang diduga mengandung bahan berbahaya. Unit Tipiter Polres langsung melaksanakan operasi Satgas Pangan di lokasi yang disebut.

AKP Tinton Yudha Riambodo, Kasatreskrim Polres membenarkan kegiatan pengamanan tersebut. Pelaku dengan inisial WP, warga Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir diduga menjadi produsen pembuatan cendol bercampur tawas yang beberapa hari ini menggegerkan masyarakat.

Tinton menjelaskan setelah mendapatkan informasi alamat produsen cendol ini pihaknya langsung mendatangi kediaman dan mengamankan beberapa alat produksi. “Iya benar kemarin kami mengamankan pelaku yang diduga sebagai produsen cendol yang dicampur dengan tawas,” terang Tinton.

Guna kepentingan penyelidikan, yang bersangkutan dan lima orang karyawan yang bekerja dipabrik tersebut dibawa ke Polres Lumajang. “Beberapa alat produksi, cendol yang sudah jadi dan zat pewarna kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” jekasnya.

Pihak kepolisian masihbterus melakukan pemeriksaan pada karyawan dan yang bersangkutan. Pihaknya juga menunggu hasil lab untuk melangkah pada proses selanjutnya. “Kami masih lakukan pemeriksaan,” pungkasnya.

Ria Cancerina, dari Dinas Kesehatan Lumajang belum mengetahui soal cendol yang diduga mengandung zat berbahaya itu. Dinkes menyebut tidak ada razia gabungan makanan berbaya yang dilakukan Dinkes dan Kepolisian.

"Saya tidak dengar informasi itu mas, yang jelas kita dari Dinkes tidak melakukan razia gabungan makanan," ujarnya.(Yd/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi