Content: / /

GSNI dan DHC "45" Bangun Nasionalisme Pemuda Melalui Pengenalan Sejarah

Citizen Jurnalism

18 September 2017
GSNI dan DHC "45" Bangun Nasionalisme Pemuda Melalui Pengenalan Sejarah

Membangun Nasionalisme Pelajar Melalui Penguatan Nilai-nilai Sejarah dan Seni Budaya Lumajang

Lumajang (lumajangsatu.com) - Dalam rangka menjaga warisan Sejarah dan Seni Budaya, Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Siswa Nasional Indonesia (DPC GSNI) Lumajang bekerjasama dengan Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Lumajang menggelar Dialog Kebangsaan dengan tema "Membangun Nasionalisme Pelajar Melalui Penguatan Nilai-nilai Sejarah dan Seni Budaya Lumajang”.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula DHC Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Jalan Veteran No. 45 Lumajang. Sabtu (16/9) dan dihadiri oleh 35 peserta yang terdiri dari OSIS, Pramuka, Paskibraka,  PMII Rayon Tarbiyah IAI Syarifuddin, PA GSNI dan PA GMNI Lumajang.

Ketua Umum DPC GSNI Lumajang M. Agil Zawawi, mengatakan tujuan Dialog Kebangsaan ini adalah untuk mengenalkan sejarah pejuangan rakyat Lumajang dalam mengusir penjajah serta mengenalkan seni budaya Lumajang agar nantinya generasi muda khususnya pelajar dapat mencintai kotanya dan menumbuhkan rasa nasionalisme pada diri mereka.

Sementara H. Kadar Sriyono Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Lumajang menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan Dialog Kebangsaan yg diadakan adik-adik GSNI Lumajang dengan menggandeng DHC 45 guna mengenalkan kepada para pelajar tentang pahlawan lokal dan Seni Budaya Lumajang.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meneladani nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan oleh para pahlawan sehingga nantinya muncul kecintaan terhadap bangsa dan negara ini,” terangnya Pria yang juga aktif di Pemuda Panca Marga (PPM) tersebut.

Dialog Kebangsaan yang dilaksanakan oleh DPC GSNI Lumajang bekerjasama dengan DHC Badan Pembudayaan Kejuangan 45 tersebut Menghadirkan Pemateri Indriyanto, SH Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (DISPARBUD) Lumajang, H. Kadar Sriyono Ketua Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 dan Drs. Rachman Sudaryono Sekretaris Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45.

Indriyanto menjelaskan bahwasannya Lumajang memiliki arti penting dalam sejarah Nusantara. Maka dari itu sebagai anak Lumajang harus mengenal Sejarah dan Budaya kotanya, seperti kata pepatah tak kenal maka tak sayang.

"Kenalilah sejarah dan budaya kota ini, setelah kalian mengenalinya pasti akan muncul kebanggan dan kecintaan terhadap Lumajang dan negara ini. Adik-adik inilah yang nantinya akan memegang tongat estafet kepemimpinan negeri ini," ujar Kabid Kebudayaan yang murah senyum tersebut.

Sementara Briant siswa kelas X IPS yang juga aktif di Study Club Sejarah (SCS) SMA Negeri 3 Lumajang merasa senang mengikuti Dialog Kebangsaan tersebut selain dapat mengetahui pahlawan lokal juga mengetahui kebudayaan yang ada di Lumajang.

"Saya sangat senang mengikuti Dialog Kebangsaan ini banyak ilmu yg saya peroleh mulai mengenal pahlawan juga mengenal kebudayaan Lumajang sehingga dapat menambah kecintaan kepada tanah kelahiran saya ini, Semoga GSNI Lumajang kedepannya terus mengadakan kegiatan yang mengangkat budaya, pasalnya banyak budaya Lumajang yang mulai tidak dikenal oleh pelajar," pungkasnya.(Red)

Jurnalis Warga: Yopi Aris Widiyanto

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi