Content: / /

Gurih Mantap! Colok Gembrung, Kudapan Bu Winoto Bikin Nagih

Kuliner

26 Juni 2019
Gurih Mantap! Colok Gembrung, Kudapan Bu Winoto Bikin Nagih

Kulit sapi yang dipotong kecil ditusuk menggunakan lidi seperti satai

Lumajang (Lumajangsatu.com)-Mencicipi kuliner unik ini colok gembrung alias sate kikil yang gurih ini sudah ada sejak dulu dan hanya Desa Nogosari-Kabupaten Lumajang. Colok gembrung memiliki rasa yang khas, karena bumbunya dibuat dengan resep khusus berbahan galendo.

Merupakan kulit sapi dipotong kecil ditusuk menggunakan lidi seperti satai. Saat dimakan kulitnya terasa empuk dengan bumbunya terasa gurih sedikit terasa manis.

Cara makannya bisa langsung sebagai cemilan,atau bisa juga dimakan dengan ketupat lebaran atau nasi putih. Colok gembrung disukai oleh berbagai kalangan dari anak hingga dewasa.

Makanan ini bisa didapat dari warung Bu Winoto, meskipun didominasi  menu wader tetapi tak kalah menariknya colok gembrung juga enak dan menjadi menu andalan bagi pembeli.

"Colok gembrung juga banyak yang membeli dan rasanya pun sangat enak" ujar Santi salah satu pegawai.

Tak ada yang tahu persis makanan itu disebut colok gembrung, namun menurut para pedagangnya, colok dalam bahasa Indonesia berarti tusuk. Sedangkan gembrung artinya bunyi atau yang keluar dari alat musik berbahan kulit seperti beduk.
 
Menurutnya, mulai musim lebaran ini penjulan hingga sekarang colok gembrung sangat laris. Sebanyak 1500-2500 tusuk yang disediakan langsung diborong habis. Bahkan banyak pembeli yang kesiangan terpaksa harus gigit jari karena tak kebagian.

"Alhamdulillah sudah habis, yang beli memang kalau habis lebaran ini dari warga dari luar kota yang kebetulan mudik ke Lumajang" ungkapnya.

Harga satu tusuknya Rp 1.000, dibungkus dengan daun pisang menjadi 1 paket berisi 10 tusuk, atau per bungkus Rp 10.000

 "Biasanya pembeli juga meminta tambah bumbunya, karena mungkin khasnya di bumbunya ini terbuat dari galendo yang sudah diolah pake bawang dan bumbu lainnya," katanya.

Galendo atau ampas kelapa didapat dari proses pembuatan minyak kelapa. Ampas berwarna cokelat ini rasanya gurih dengan aroma wangi kelapa.

Sementara itu, salah seorang pembeli, Yuliana, mengatakan colok gembrung ini sudah menjadi kudapan favoritnya sejak kecil. Sampai saat ini diusianya sudah 38 tahun tetap suka dengan colok gembrung.

"Makan colok gembrung ini tak pernah ada bosannya, rasanya tetap sama dari dulu. Memang rasanya sudah khas jadi kalau tidak habis di bungkusnya pengennya terus makan," ucapnya(Ind/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi