Content: / /

Hujan Deras, SMAN 3 Lumajang Tergenang Banjir

Citizen Jurnalism

24 Januari 2018
Hujan Deras, SMAN 3 Lumajang Tergenang Banjir

Sejumlah kelas dan lapangan SMAN 3 tergenang banjir air hujan

Lumajang (lumajangsatu.com) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Lumajang, Selasa (23/01/2018) mulai pukul 15.00 s/d 16.30 WIB membuat salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang beralamat di Jl. Jend. Panjaitan terendam banjir. Akibatnya beberapa kelas, lapangan basket dan lobi tergenang air.

Ketinggian air diperkirakan mencapai 20 hingga 30 cm, meskipun beberapa kelas terendam banjir tetapi tidak sampai mengganggu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pasalnya para siswa sudah pulang sekolah.

Wakil Kepala Sekolah Sarana dan Prasarana SMA Negeri 3 Lumajang Drs. Prayudi saat dikonfirmasi membenarkan kalau beberapa ruang kelas, lobi dan lapangan basket terendam banjir, beberapa faktor penyebabnya diantaranya saluran drainase di depan sekolah tidak menampung limpahan air mengalir disepanjang Jl. Jend Panjaitan.

"Enam ruang (XI IPS 1, XI IPS 2, XI IPS 3, XI IPS 4, XII IPS 1, XII IPS 2, lobi dan lapangan basket ini tergenang air setinggi 20 hingga 30 cm, diperkirakan banjir yang terjadi ini karena meluapnya air dari drainase yang ada di Jl. Jend. Panjaitan masuk ke sekolah dan air yang dari halaman sekolah tidak bisa mengalir ke selokan yang ada di depan sekolah, sebenarnya pemerintah dulu pernah mebuat gorong-gorong atau sudetan air yg membelah Jl. Jend. Panjaitan dan air tersebut langsung mengalir ke Sungai Asem" Ujar Guru Enerjik tersebut.

Lebih lanjut Pak Pra (panggilan akrab siswa) menceritakan bahwa kurang lebih 5 tahun yang lalu saluran air tersebut telah ditinggikan oleh warga, entah apa alasannya sehingga air yang akan mengalir ke saluran tersebut sulit untuk masuk.

Salah satu siswa kelas XI IPS 4 yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan harapnya agar pemerintah bersedia membantu pihak sekolah untuk menyelesaikan masalah banjir yang sering berulang-ulang sehingga setiap hujan tiba saya dan siswa yang lain tidak harus mengepel/membersikan air yang masuk di kelas.(Red)

Jurnalis Warga: Yopi Aris Widiyanto

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi