Content: / /

HUT ke-2 Museum Daerah Lumajang, Sanggar Gubug Mojokerto Pamerkan Wayang Kardus

Gaya Hidup

23 Agustus 2017
HUT ke-2 Museum Daerah Lumajang, Sanggar Gubug Mojokerto Pamerkan Wayang Kardus

Wayang kardus di pameran bersama Museum Daerah Lumajang

Lumajang (lumajangsatu.com) - Sanggar Gubug Wayang Yensen Projeck Indonesia, jalan RA Kartini 23 Mojokerto ikut memeriahkan pameran museum bersama. Pameran bersama dalam rangka HUT museum daerah Lumajang ke-2 di Kawasan Wonorejo Terpadu (KWT).

Cyntia, Manager Sanggar Gubug Wayang menyatakan, wayang yang dipamerkan terbuat dari kardus bukan kulit. Wayang kardus ingin lebih mendekatkan budaya pada masyarakat dan menyampaikan pesan bahwa cinta wayang tidak mahal.

"Kita hanya menggati medianya saja, sedangkan isinya sama. Wayang kardus ini lebih murah pembuatannya dibandingkan wayang kulit. Saya menyebutnya sebagai wayang masa depan," ujar Cyntia kepada lumajangsatu. com, Kamis (23/08/2017).

Sanggar Gubung Wayang memamerkan 100 kurawa, wayang Potehi sebagai wayang tertua di dunia, keris sepanjang 3,5 meter dan beberapa koleksi unyil Sanggar Gubug Wayang. Tak hanya itu, Sanggar juga menyiapkan kardus lengkap dengan peralatan bagi pelajar untuk bisa membuat wayang dari kardus.

"Ada 100 kurawa yang kita pamerkan dan juga keris sepanjang 3,5 meter yang bisa berdiri. Dan itu salah satu keris terpanjang di dunia," jelasnya.

Indrijanto, Kabid Seni dan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang menyatakan bahwa banyak seniman-seniman yang ikut pameran. Pemerintah berharap dengan kegiatan itu, masyarakat lebih mengenan dan lebih cinta pada budaya bangsa ditengah serbuan budaya-budaya asing.

"Kita berharap dengan kegiatan ini anak muda Lumajang bisa lebih kenal budaya bangsa dan lebih cinta lagi," pungkasnya. (Yd/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi