Content: / /

Kapolres Lumajang Minta Mulyadi Klakah Menyerahkan Diri Sebelum Dipatuk Cobra

Hukum Dan Kriminal

12 April 2019
Kapolres Lumajang Minta Mulyadi Klakah Menyerahkan Diri Sebelum Dipatuk Cobra

Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban saat memberikan keterangan resmi ke pers usai mengrebek rumah penadah motor curian sekaligus terduga otak begal selama ini. ( foto polres for lumajangsatu.com)

Lumajang (lumajangsatu.com) - Kapolres AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH meminta pelaku penadah motor curian dan terduga otak begal, Ahmad Mulyadi (50) warga Desa Sumberwiringin Kecamatan Klakah akrban disapa Cak Endi yang melarikan diri agar segera menyerahkan diri.

"Percuma semakin kamu lari, saya ulangi...semakin kamu lari, semakin kamu merasa dihantui oleh Tim Cobra terus. Saya jamin hidup kamu tidak akan pernah tenang karena dipenuhi rasa kecemasan dan was-was," ungkap Kapolres pada wartawan.

Masih kata dia, Segeralah menyerahkan diri dan  berani mempertanggungjawabkan perbuatanmu untuk jalani hukuman." ada masanya kamu akan bebas, dan setelahnya kamu dapat menjalani kehidupan bersama keluarga kembali dengan melakukan hal-hal yang lebih baik,"Tegas Arsal.

Pelaku melarikan diri merupakan episentrum (pusat) dari berbagai kasus begal maupun curanmor  di wilayah Lumajang. Karena beberapa sindikat teridentifikasi semua menjual ke Mulyadi sebagai penadah juga sebagai pelaku begal.

BACA JUGA  :

Dari dia ini mudah-mudahan bisa kita ungkap sindikat begal dan curanmor lainnya yang selama ini telah meresahkan masyarakat lumajang. "Saya yakin puluhan bahkan mungkin ratusan motor bisa kita ungkap dari dia," paparnya.

Kapolres menengarai beberapa sindikat begal dan curanmor bermuara ke Mulyadi. Dalam penggerebekan ditemukan motor yang disembunyikan dihutan sebanyak 4 motor yang ditutupi semak-semak serta 1 motor ditemukan dikandang sapi di tutupi rumput.

"Dalam penggeledahan tidak ada motor yg disimpan didalam Rumah, ini artinya Pelaku sangat lihai mengantisipasi kecurigaan petugas. Tapi selihai-lihainya pelaku, hidung Tim Cobra tetap bisa mencium," terang Arsal.

Kasat Reskrim yang juga Katim Cobra AKP Hasran Cobra mengatakan pengungkapan ini bermula dari penangkapan 4 pelaku lainnya, yang kemudian kami kembangkan kepada pelaku Mulyadi ini. Walaupun seharian tadi saya dan Tim Cobra mendampingi Kapolres melakukan penggerebekan kampung salak dan patroli seharian, bukan berarti malam ini kami tidur.

"Anda bisa lihat penggerebekan kami lakukan jam 01.00 wib dini hari. jadi jangan coba-coba menguji taringnya Tim Cobra,"ujar Hasran Cobra. 

Ayo dukung terus dan berikan informasi tentang pelaku kejahatan yang bisa mengintai siapa saja. Entah saudara, tetangga atau warga lainya menjadi korban para penjahat jalanan ini. (res/ls/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi