Content: / /

Kapolres Lumajang Resmikan Garasi Ternak Untuk Tekan Maling Sapi

Hukum Dan Kriminal

12 Februari 2019
Kapolres Lumajang Resmikan Garasi Ternak Untuk Tekan Maling Sapi

Kapolres Lumajang, AKBP Arsal Sahban bersama Kades Purwosono, Hendrik saat peresmian Garasi Ternak.

Sumbersuko (lumajangsatu.com) - Cukup maraknya kejadian pencurian hewan ternak sapi di wilayah hukum Lumajang  membuat Kapolres AKBP DR Muhammada Arsal Sahban memutar otak. Terobosan demi terobosan terus dibuat oleh Pria yang baru menjabat sebagai orang nomer satu dikalangan Polres Lumajang tersebut selama 3 bulan, yang mana diantaranya dengan pembangunan Gaster (Garasi ternak) maupun penggunaan rantai sapi.

 Kapolres turun langsung dalam rangka peresmian Gaster di Dusun Karanganyar Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko yang  telah terisi sebanyak 24 ekor sapi, Senin (11/2/2019) kemarin.

Kapolres mengatakan agar warga bersama sama menjaga gaster tersebut.  Dengan adanya gaster ini,  ririnya berharap tak ada lagi kejadian hewan ternak milik warga yang hilang. "Saya juga berharap, warga ikut sama sama menjaga eksistensi gaster ini dengan cara dirawat secara baik," jelasnya.

Masih kata dia,  gaster ini juga ada untuk masyarakat. Bahkan dengan adanya Ganster, pembeli dari luar wilayah akan datang langsung ke desa purwosono untuk membeli sapi, karena bisa langsung bertransaksi dengan pemilik sapi.

"Hal ini positif bagi pemilik sapi karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk transportasi ke pasar hewan," ujar Arsal

Kedepannya, Kapolres juga mengusulkan agar kotoran dari hewan ternak tersebut dapat diolah lagi untuk menjadi Biogas sebagai pengganti elpiji ataupun sebagai pupuk kandang.  Selain itu juga dapat sebagai pupuk bagi petani.

"Meskipun sekarang pun kotoran ternak tersebut juga dapat diolah menjadi pupuk secara tradisional, saya rasa dengan kemajuan zaman maka pengolahan kotoran tersebut dapat menggunakan teknologi yang lebih modern," ungkap Kapolres di depan warga yang menyaksikan peresmian Gaster tersebut.

Tak lupa, Kapolres juga menyinggung masalah program penanganan kasus pencurian sapi selain dengan metode pembangunan gaster, yakni penggunaan rantai sapi. "Selain metode gaster, warga juga bisa menggunakan rantai sapi. Di gaster ini, sapi sapi tersebut sudah menggunakan rantai yang saya maksud," jelasnya.

Polres Lumajang berkolaborasi dengan Pemda Kabupaten Lumajang akan memetakan wilayah mana saja yang strategis untuk dibangun gaster gaster ini.  Sehingga permasalahan pencurian sapi di wilayah Lumajang dapat ditekan hingga hampir mencapai presentasi nol persen dalam kasus Pencurian hewan ternak.

"Kita terus berusaha dalam menekan pencurian sapi hingga habis," pungkas Arsal. (res/ls/red)

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi