Content: / /

#LumajangDaruratMalingSapi, Warga Berencana Ngadu dan Surati Kapolri

Hukum Dan Kriminal

27 Agustus 2017
#LumajangDaruratMalingSapi, Warga Berencana Ngadu dan Surati Kapolri

Kandang sapi yang kosong melompong karena isinya sudah dicuri

Lumajang (lumjangsatu.com) - Lumajang bagian utara khusunya di empat Kecamatan yakni Randuagung, Klakah, Kedungjajang dan Ranuyoso sangat darurat maling sapi. Bahkan, bisa dibilang dalam seminggu pasti ada kejadian pencurian sapi milik warga. Jika ditotal, sudah ada ribuan sapi milik warga yang raib.

Hamidi, salah satu pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda Ranuyoso (Kopra) menyebut warga sudah sangat resah dan hampir putus asa untuk mengadu kepada siapa. Pasalnya, meski ada aparat pengak hukum, aksi maling sapi seakan tidak pernah habisnya dan belum ada langkah kongkrit dari negara untuk mengatasi pesolan tersebut.

"Hari ini kita terus melakukan diskusi untuk mengatasi persoalan maraknya aksi maling sapi. Bahkan kita berencana untuk mengirim surat pada pak Jokowi, pak Kapolri dan DPR RI untuk menyampikan persolan ini," ujar Hamidi, Minggu (27/08/2017).

Dia mencontohkan, di Desa Meninjo Kecamatan Ranuyoso selama kurun waktu 3 tahun ada 119 sapi yang hilang. Kurun wkatu bulan Agustus 2017 tercatat ada dua titik pencurian sapi dengan 4 ekor sapi yang hilang.

"Berarti kita kira-kira setiap 10 hari ada satu sapi yang hilang di Desa Meninjo. Ini belum berbicara dengan desa-desa lain di empat Kecamatan yang lain," jelasnya.

Warga juga enggan untuk melapor kepada polisi dan memilih untuk melakukan pencarian sendiri bersama warga lain. Hal itu juga menjadi pertanyaan, mengapa warga sampai enggan untuk melapor kepada aparat penegak hukum.

"Ini kan juga jadi pertanyaan, mengapa warga enggan untuk melapor. Berarti ada distras warga kpada aparat pengak hukum di Lumajang khusunya di Ranuyoso," pungkasnya.(Yd/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi