Content: / /

Mari Hidupkan Kembali Budaya Mendongeng Lewat Darling

Gaya Hidup

11 April 2019
Mari Hidupkan Kembali Budaya Mendongeng Lewat Darling

Pustakawati Lumajang sedang mendongeng dihadapan siswa-siswi di Desa Gedangmas

Lumajang (lumajangsatu.com) - Chindy, seorang pustakawati tampil dalam Dongeng Anak dan Remaja Keliling (Darling) di Perpustakaan Desa Lentera Bunda Desa Gedangmas Kecamatan Randuagung. Ratusan anak duduk manis dalam Dongeng Anak dan Remaja Keliling di halaman Desa Gedangmas, Rabu (10/4/2019).

Mereka tertawa, bernyanyi dan bersenang-senang bersama pustakawati yang tampil mendongeng dengan judul Lumba-Lumba Yang Pemaaf yang juga menggunakan alat bantu berupa boneka tangan kodok dan lumba-lumba. Acara dengan tema "Gagaskan Kreasimu Dengan Darling" ini merupakan salah satu inovasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lumajang yang berkolaborasi dengan Perpustakaan Desa Lentera Bunda Desa Gedangmas.

Sekitar 400 penonton yang terdiri dari guru, anak-anak PAUD dan TK/RA dan walimurid memadati area pertunjukan. "Desa Gedangmas beserta Perpustakaan Desa Lentera Bunda telah membuat program wisata buku yang dilaksanakan sesuai jadwal berkunjung ke perpustakaan bagi siswa-siswi PAUD, TK/RA dan SD/MI," ujar Kepala Desa Suyud Sugianto.

Chindy Vionariska yang akrab disapa Kak Cindy, pustakawati sekaligus pendongeng menjadi pengisi acara mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan dan melestarikan kembali budaya mendongeng kepada masyarakat serta meningkatkan budaya membaca melalui program perpustakaan desa dan Perpustakaan Daerah.

"Cerita anak happy ending, agar semakin banyak hal-hal baik yang ditanamkan ke anak. Kami ingin para orang tua kembali mendongengi anak-anaknya. Sekarang ini dongeng dan bercerita sudah mulai berkurang dan bahkan berangsur-angsur hilang. Hal ini disebabkan karena anak-anak kita lebih asyik bermain dengan HP. Jadi untuk itu kami berharap kepada orang tua walimurid juga kepada bapak ibu guru dapatnya anak-anak kita untuk dikurangi bermain HP dengan diajari gemar membaca, gemar berdongeng," ungkapnya.

Kepala Bidang Pengelola dan Pelayanan Perpustakaan Edi Irianto, S.Sos menyatakan dongeng dan cerita juga mampu meningkatkan kecerdasan dan membentuk karakter anak. Untuk itu, anak-anak seyogyanya didampingi oleh guru dan terutama orang tua dengan dongeng dan cerita yang menarik serta dilaksanakan bersama-sama.

Sehingga muncul interaksi dan kedekatan yang akan terpatri sampai dewasa kelak. Tumbuh menjadi anak yang berguna bagi bangsa dan negara serta berbakti kepada orang tua. Menjadi anak yang soleh/solehah. Itulah yang menjadi harapan kita bersama.

Usai Darling, pemberian donasi buku kepada Perpustakaan Desa Lentera Bunda oleh Kak Cindy. Dengan adanya koleksi referensi yang dapat mendukung dongeng dan cerita mampu menarik anak-anak untuk budaya membaca dan meningkatkan literasi masyarakat Desa Gedangmas.(Cin/yd/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi