Content: / /

Mendaki Berbekal Google Maps, Santri At-Tahdzib-Ngoro Meninggal di Hutan Gunung Semeru

Peristiwa

05 Oktober 2018
Mendaki Berbekal Google Maps, Santri At-Tahdzib-Ngoro Meninggal di Hutan Gunung Semeru

Korban Saidin semasa masih hidup

Lumajang (lumajangsatu.com) - Hanya berbekal petunjuk Google Maps, dua orang santri Pondok At-Tahdzib Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang nekat mendaki ke gunung Semeru. Namun apesnya, korban tidak mendaki dari jalur biasa dari Desa Ranupane, namun lewat pendakian lama Tawon Songo di Pasrujambe.

Saidin (20) warga Brebes-Jawa Tengah dan Affan Abdullah (21) warga Desa Sarimulyo Kecamatan Jombang Kebupaten Jember naik gunung tanggal 25 September 2018. Namun apes, Saidi terjatuh saat meniti kayu kering dan meninggal sekitar 7 hari.

saidinKorban selamat kemudian turun untuk meminta bantuan kepada warga di Tawon Songo. Pihak TRC BPBD, Tim SAR dan juga dari TNBTS saat ini sudah melakukan pencarian korban Saidi yang meninggal sudah beberapa hari.

"Affan ini mengantar Saidi yang memiliki nadzar tidak akan pulang sebelum bisa mendaki ke gunung Semeru, dan hanya berbekal petunjuk Google Maps untuk menuju Semeru," jelas Adiarto, Komandan TRC BPBD Kabupaten Lumajang, Jum'at (05/10/2018).

Korban memang sengaja lewat Tawon Songo karena tidak tahu prosedur resmi jika akan mendaki ke Semeru. Saat melihat di Google Maps, jalur terdekat selain Ranupane adalah dari jalur lama Tawon Songo.

"Mereka naik truck dari Malang dan turun Candipuro, dari Candipuro naik pick up untuk menuju ke Tawon Songo dan akhirnya mendaki ke Semeru, sebelum petaka akhirnya terjadi," paparnya.

Saat ini, tim sedang melakukan pencarian dan hasilnya masih nihil. Tim TNBTS sudah turun, sedangkan tim TRC BPBD dan SAR masih menginap di hutan lereng gunung Semeru.(Yd/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi