Content: / /

Pasca Peristiwa Sampang, Kapolres Lumajang Siagakan Anggota di 21 Mapolsek

Hukum Dan Kriminal

23 Mei 2019
Pasca Peristiwa Sampang, Kapolres Lumajang Siagakan Anggota di 21 Mapolsek

Dandim 0821, Letkol Inf Ahmad Fauzi dan Kapolres, AKBP Arsal Sahban saat memberikan keterang resmi ke media massa.

Lumajang (lumajangsatu.com) - Pasca peristiwa pembakaran Mapolsek di Kabupaten Sampang oleh kelompok oknum perusuh. Kapolres Lumajang, AKBP Arsa Sahban menyiagakan anggota polri di 21 Polsek antisipasi serangan oleh masyarakat termakan isu HOAX.

"Kami minta anggota POlsek siaga dan terus jalin komunikasi dengan masyarakat," ungkapnya.

Masih kata dia, kejadian pembakaran sendiri dipicu munculnya isu HOAXS.  Salah satu kyai dari Kabupaten Sampang telah ditangkap oleh petugas kepolisian atas rentetan anarkisme penolakan hasil Pemilu 2019.

"Massa pun melampiaskan kekecewaan nya dengan mendatangi Polsek Tambelangan dan membakar polsek hingga rata dengan tanah," jelsnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polres Lumajang dan Kodim 0821 Lumajang smelakukan patroli bersama sambil menyambangi polsek Kota Lumajang, koramil Kota Lumajang dan juga kecamatan Kota. Bertujuan  mengecek pengamanan dan antisipasi masing masing kantor milik pemerintah tersebut.

Patroli  dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH serta Kolonel Inf. Ahmad Fauzi SE selaku Dandim 0821 Lumajang.

Kapolrespun mengukutk peristiwa rusuh yang terjadi di Jakarta dalam beberapa hari terakhir serta peristiwa pembakaran Polsek yang terjadi di Kabupaten Sampang, Pulau Madura.  Pihaknya sebagai petugas tidak ingin terjadi rusuh di wilayah Lumajang.

"Saya tidak ingin masyarakat Lumajang merasa khawatir akan adanya imbas kejadian di Jakarta dan di Madura. Kami jamin Lumajang akan terus aman dan kondusif," terangnya.

Dandim 0821 pun juga berjanji akan bersama sama dengan Kapolres Lumajang untuk menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Lumajang.  "Saya dengan Kapolres akan terus bersama ditengah-tengah rakyat Lumajang. Rakyat adalah ibu kandung kami, para abdi Negara. Kami berjanji tak kan pernah berkhianat kepada bangsa ini dan akan terus menjaga kedaulatan bangsa ini hingga titik darah penghabisan," tegasnya. (res/ls/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi