Content: / /

Peduli Tragedi Rohingya, Puluhan Pelajar Wahid Hasyim Kunir Gelar Aksi Teatrikal

Peristiwa

04 September 2017
Peduli Tragedi Rohingya, Puluhan Pelajar Wahid Hasyim Kunir Gelar Aksi Teatrikal

Aksi teatrikal peduli muslim di Myanmar

Lumajang (lumajangsatu.com) - Tragedi kemanusiaan di Rakhine Myanmar yang menewaskan puluhan umat muslim Rohingya membuat pelajat berempati. Puluhan pelajar Madrasah menggelar aksi teatrikal tragedi kemanusiaan Rohingnya sembari melakukan penggalangan dana, untuk disumbangkan melalui lembaga penyelenggara zakat Nahdlotul Ulama, atau LazizNU, senin (04,09,2017).

Secara berkelompok puluhan pelajar Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Kunir melakukan penggalangan dana di pertigaan jalan raya. Penggalangan dana dengan memawa sejumlah poster tragedi kemanusiaan Rohingya di Rakhine Myanmar ini sebagai bentuk kepedulian para pelajar atas tragedi tersebut.

Satu persatu warga yang melintas pun antusias, masyarakat langsung memberikan uang untuk disumbangkan melalui lembaga penyalur zakat Nahdlatul Ulama (LazizNU). Selain melakukan penggalangan dana, para pelajar ini juga menggelar aksi teatrikal tragedi kemanusiaan yang menimpa muslim Rohingya.

"Kita sebagai warga sesama muslim turut berduka atas tindak kejahatan yang dilakukan tersebut. Saya merasa, dan saya berfikir jika saya yang diseperti itukan bagaimana nasib saya, bagaimana nasib mereka. Apakah mereka itu tidak punya hati sehingga mereka melakukan hal tersebut," ujar Putri Anggraeni.

Aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian sesama manusia dan berharap konflik di Rakhine Myanmar segera berakhir. Para pelajar melihat langkah pemeirntah sudah cukup baik, namun sebagai warga muslim ingin lebih menunjukkan rasa prihatin dengan menggelar aksi tersebut.

"saya kira pemerintah sudah melakukan langkah-langkah cukup baik, tapi kita warga Indonesia yang mayoritas muslim ingin menunjukkan rasa keprihatinan kita dengan selain melakukan aksi teatrikal kita juga melakukan aksi penggalangan dana yang terkumpul dari masyarakat Kunir dan sekitarnya," jelas Umi Khusnun Yati.(Mad/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi