Content: / /

Petani Lumajang Dikenalkan Pada Teknologi Nuklir Untuk Pertanian

Politik Dan Pemerintahan

10 April 2018
Petani Lumajang Dikenalkan Pada Teknologi Nuklir Untuk Pertanian

Para petani Lumajang dikenalkan pada tekhnologi nuklir untuk dunia pertanian

Lumajangsatu (lumajangsatu.com) - Petani di Desa Jokarto Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mendapat penjelasan tentang pemanfaatan teknologi nuklir untuk pertanian dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Rabu (10/04/2018). Kegiatan ini dikemas dalam bentuk sosialisasi dan diseminasi hasil iptek nuklir dengan menyerahkan benih padi Sidenuk kepada 5 petani sebagai simbolisasi.

Dr. Hendig Winarno dari BATAN mengatakan, Kabupaten Lumajang dipilih sebagai lokasi sosialisasi dan diseminasi nuklir karena selama ini produksi padinya memberi kontribusi yang cukup signifikan bagi Jawa Timur.

“Hasil produksi pertanian di Kabupaten Lumajang, khususnya padi, pada tahun 2017 sebesar 1 juta ton lebih. Sehingga Kabupaten Lumajangberkontribusi sebesar 7-10% untuk Jawa Timur,” jelasnya.

Menurut Hendig, saat ini BATAN telah menghasilkan 23 varietas padi unggul dan salah satunya yakni Sidenuk. Varietas yang satu ini banyak digemari oleh masyarakat karena rasanya enak dan mempunyai produksi yang tinggi, hingga 9 ton/ha dan sudah tersebar luas ke hampir seluruh provinsi di Indonesia.

Kegiatan sosialiasi ini dianggap penting karena masyarakat dapat mengetahui produk riset BATAN, sehingga masyarakat memahami pemanfaatan iptek nuklir tidak hanya untuk senjata nuklir melainkan juga untuk kesejahteraan masyarakat. “Kegiatan sosialisasi dan diseminasi ini bertujuan ingin meningkatkan kesejahteraan petani dengan memanfaatkan benih Sidenuk,” lanjutnya.

Kepada anggota komisi VII DPR RI, Bambang Hariadi yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut, Hendig berharap dapat memberikan dukungan yang baik kepada BATAN. “Diharapkan para wakil rakyat memberikan dukungan yang baik kepada BATAN agar kegiatan riset dapat terus ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Sehingga hasil penelitian tersebut memberi kontribusi langsung kepada program pemerintah untuk menurunkan kemiskinan dan meningkatkan daya saing produk melalui pemanfaatan teknologi nuklir,” tambahnya.

Bagi masyarakat, kegiatan sosialisasi dan diseminasi ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan terhadap BATAN sebagai penghasil teknologi nuklir. Diharapkan masyarakat dapat menjadi agen promosi kepada masyarakat lainnya sehingga BATAN menjadi institusi yang dikenal dan produknya dimanfaatkan oleh masyarakat secara luas.(In/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi