Content: / /

Polisi Amankan 7 Pemuda Dalam Kasus Tawuran di SMK Negeri Tempeh

Hukum Dan Kriminal

13 November 2018
Polisi Amankan 7 Pemuda Dalam Kasus Tawuran di SMK Negeri Tempeh

Salah satu korban tawuran di SMKN Tempeh saat menjalani perawatan di rumah sakit

Lumajang (lumajangsatu.com) - Polsek Tempeh mengamankan 7 terduga pelaku dalam kasus tawuran di SMK Negeri Tempeh, (09/11). Polisi melakukan pemeriksaan intesif kepada 7 terduga pelaku, yang hingga kini statusnya hanya sebagai terperiksa belum menjadi tersangka.

Dalam kasus tawuran tersebut dua pelajar SMK Negeri Tempeh mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. Dalam aksi tawura itu, diduga melibatkan lebih dari 20 pemuda dan baru bisa diamankan 7 orang yang sempat melarikan diri.

Para terduga pelakukan tawuran berasal dari luar sekolah dan juga dalam siswa SMK Negeri Tempeh. Nama-nama terduga pelakukan tawuran yang dari luar sekolah didapat dari seorang pelaku tawuran yang berasal dari siswa SMK N Tempeh.

BACA JUGA : Gara-gara Saling Ejek Pelajar SMKN Tempeh Terlibat Tawuran

"Setelah kejadian kita lakukan chek dan olah TKP dan keterangan saksi melibatkan salah satu organisasi pencak silat (PSHT) Kecamatan Tempeh, ada tujuh terduga pelaku yang dua dewasa dan 5 dibawah umur, kita lakukan pengembangan jikalau ada pelaku lain dan harapannya koperatif dan menyerahkan diri," ujar AKP Budi Setiyono, Kapolsek Tempeh, Selasa (13/11/2018).

ZH, salah satu terduga pelaku mengaku kesal karena temannya diduga dikeroyok saat ada pertadningan sepak bola. Akhirnya, secara spontan berkumpulah 20 orang lebih dan langsung melakukan penyerbuan ke SMK Negeri Tempeh.

"Si grup ada screen shoot yang bunyinya “mas saya dikeroyok anak 12. Langsung kumpul digudang gak tahu pastinya jumlahnya atas inisiatif bersama lebih kalau 20 orang,” ujar ZH.

Sementara itu, salah seorang korban inisial UA hingga kini masih menjalani perawatan karena luka yang diderita cukup parah. "Waktu saya dipukul itu kejadiannya ada didepan kelas saya. Saat itu saya ditanya dan langsung dipukul dan saya gak kenal siapa mereka. Sekitar ada 25 anak lebih ada anak luar yang satu dari pelajar situ,” pungkasnya.(Yd/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi