Content: / /

Polisi Dilapori Pak Dhe Jupri Meninggal Saat Duduk di Gubuk Mbok Sum Kabuaran

Hukum Dan Kriminal

13 Maret 2019
Polisi Dilapori Pak Dhe Jupri Meninggal Saat Duduk di Gubuk Mbok Sum Kabuaran

Petugas saat mengecek kondisi jenazah korban yang meninggal dunia saat sedang duduk di sebuah kursi gubuk.

Lumajang (lumajangsatu.com) - Polres Lumajang kembali mendapat laporan dari warga atas penemuan jasad lelaki di gubuk samping rumah kosong di Desa Kabuaran Kecamatan Kunir milik Marina alias Mbok Sum (51), yang pertama kali menemukan jasad lelaki tersebut dalam posisi duduk di sebuah kursi, Selasa (12/3/2019) kemarin.

Informasi yang berhasil dihimpun di Mapolres, Setelah dicek oleh warga da petugaspria malang tersebut bernama Jupri (65) yang beralamat di Jl. Jendral Sutoyo Gang Musholla Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang. Dalam pengakuan nya, saksi yang setiap pagi selalu memberikan makan ayamnya tersebut melihat korban sedang duduk di depan gubuknya tersebut.

Saksi Mbok Sum yang dalam keseharian memanggil korban dengan nama ‘pak dhe’, merasa aneh karena korban hanya diam saja saat disapa. Akhirnya saksi pun mendekati korban dengan perlahan. Namun betapa tercengangnya, saat diketahui ternyata ‘pak dhe’ sudah tak bernyawa.

Mbok Sum pun langsung bergegas melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat untuk selanjutnya diteruskan ke Polsek Kunir. Akhirnya petugaspun dapat menghubungi keluarga korban, yakni Nurbaiyah (56 ), beralamat di Desa Denok Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang yang merupakan mantan istri korban.

Nurbaiyah menuturkan bahwa ia dengan korban telah bercerai 20 tahun yang lalu. Namun meskipun demikian, ia sangat mengenali korban serta membenarkan bahwa jasad lelaki tersebut adalah benar mantan suaminya dulu.

Dalam identifikasi yang dilakukan oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Lumajang menerangkan kepada keluarga, bahwa tidak ditemukan nya unsur penganiayaan sebelumnya serta penyebab meninggalnya korban tak ada kaitan nya dengan unsur pembunuhan. Keluarga pun menerima dengan ikhlas kejadian ini dan tak meneruskan ke proses autopsi. Seusai menerima dari pihak kepolisian, keluargapun membawa pulang jasad untuk selanjutnya dilakukan dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat.

AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH yang dikonfirmasi ditempat lain menjelaskan bahwa penemuan jasad di wilayah Kecamatan Kunir ini tak ada sangkut pautnya dengan pembunuhan. Namun demikian, Unit Identifikasi kami memastikan dari ketiganya tak ada sangkut pautnya dengan faktor pembunuhan.

"Pihak keluarga juga telah menerima musibah ini dengan legawa, serta tak melanjutkan dengan tindakan autopsi,"  terang Arsal.

AKP Hasran Cobra yang juga berada di RSUD DR Haryoto untuk mengembalikan jasad korban ke keluarga mengatakan Pada tubuh korban tak ada unsure penganiayaan, jadi kami dipastikan adanya factor lain selain pembunuhan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

"Sebagai catatan, korban memang menempati gubuk dimana ditemukan nya jasad korban selama 1,5 tahun belakangan ini seorang diri karena telah bercerai dengan Istrinya," jelas Hasran. (res/ls/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi