Content: / /

Puluhan Siswa SDIT Yosowilangun Lakukan School Visit ke Wisata Edukasi Alas Semeru

Gaya Hidup

10 Desember 2017
Puluhan Siswa SDIT Yosowilangun Lakukan School Visit ke Wisata Edukasi Alas Semeru

Wisata Edukasi Alas Semeru di Lumajang

Lumajang (lumajangsatu.com) - Puluhan siswa SD Islam Terpadu Ar-Rahma-Yosowilangun melakukan kunjungan (school visit) ke wisata Edukasi Alas Semeru. Para siswa belajar tentang pertanian, perkebunan, pemeliharaan satwa dan sejumlah gime yang disiapkan oleh panitia Alas Semeru. 

Para pelajar diperkenalkan jenis-jenis penyu yang ada di Indonesia dan bagaimana cara membedakannya. Selain itu mereka juga ikut langsung mempraktekkan cara mengidentifikasi jenis penyu Rantau Sialang.

Aktivitas menarik lainnya adalah mereka bisa memegang berbagai hewan seperti Kodok, Tokek, Kura brazil, Landak mini, Lidah biru, Kelelawar, Kalkun. Kutilang, Monyet, Tupai, Musang, Iguana di mini zoo Alas Semeru.

Keceriaan nampak terpancar dari raut wajah para pelajar. Ini merupakan pengalaman pertama mereka melihat dan memegang berbagai hewan secara langsung.

A nisa salah seorang siswa mengaku senang dengan adanya kegiatan kunjungan edukasi ini. "Kegiatannya seru dan bermanfaat, dapat menambah pengetahuan baru seputar suaka marga satwa”, ujarnya.

Sedangkan Jibril, guru pendamping yang hadir pada acara tersebut berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan ke sekolah-sekolah lainnya yang belum mendapatkan kesempatan yang sama. Pelestarian hewan seperti kura brazil harus terus digaungkan kepada generasi muda mengingat spesies ini masuk ke dalam daftar merah IUCN (Red List International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), artinya keberadaannya di alam sudah semakin terancam punah.

Projek Event Alas Semeru Navida Dwi Ana Rahmawati menambahkan, selain kunjungan edukasi berupa School Visit, Alas Semeru juga mengadakan kunjungan ke sekolah yang dilakukan petugas TNGL (Visit to School). Kegiatan tersebut juga masih dalam rangka Bina Cinta Alam yang dilakukan petugas TNGL pada pendidikan formal.

"Kunjungan sekolah dilakukan pada semua jenjang pendidikan formal mulai dari SD hingga SMA Sederajat dengan harapan generasi muda memiliki semangat menjaga hutan sebagai benteng terakhir habitat satwa liar dan sebagai penjaga keseimbangan ekosistem," pungkasnya. (In/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi