Content: / /

Serem..!!! Bupati Lumajang Sebut Maling Sapi Bawa Bondet di Rakor Forkopimda

Politik Dan Pemerintahan

05 Desember 2018
Serem..!!!  Bupati Lumajang Sebut Maling Sapi Bawa Bondet di Rakor Forkopimda

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq memberikan Sambutan di Rakor FORKOPIMDA .(Foto Humas Pemkab)

Lumajang (lumajangsatu.com) - Forkopimda  dengan TNI, Polri dan Kejaksaan Negeri membangun komitmen dalam meningkatkan rasa aman masyarakat. Hal itu, dibahas dalam Rapat koordinasi peningkatan kerjasama pemeliharaan stabilitas keamanan dan ketertiban umum, di Panti PKK, Rabu (05/12/18), diikuti oleh jajaran Forkopimca dari 21 Kecamatan se - Kab. Lumajang, yaitu, Camat, Danramil dan Kapolsek.

Dalam sambutanya Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menyampaikan, bahwa Pemerintah  bersama pihak TNI, polri serta kejaksaan akan melakukan langkah langkah konkret untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertibab di wilayah Lumajang. Hal itu bertujuan untuk mengurangi angka kriminalitas yang ada di Kab. Lumajang, khususnya maling sapi serta pengedaran Narkoba. "Terkait Kriminalitas, maling sapi di wilayah Lumajang masih cukup tinggi," ujarnya.

Ia berharap kepada jajaran Polri agar mengantisipasi sejak dini problem yang ada di lingkungan masyarakat, khususnya maling sapi yang seringkali membawa Bondet. "Keamanan menjadi tanggung jawab kita semua," jelasnya.

Dandim 0821, Letkol Czi Agus Iskarman dalam arahannya menyampaikan, bahwa tugas poko TNI adalah menegakkan kedaulatan Negara, mempertahankan keutuhan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara.

"TNI selalu mendukung pihak POLRI dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat yang ada di Kab. Lumajang, sebagaimana yang diatur dalam undang-undang," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Shahban, dalam arahannya menyampaikan keadaan KAMTIBMAS yang di wilayah Kabupaten Lumajang, yang paling menonjol terkait dengan kriminalitas, pengedaran Narkoba, serta kemacetan lalulintas. Pihak kepolisian akan melakukan shock terapi di beberapa sekolah untuk mengantisipasi terkait maraknya Narkoba, karena hal ini sangat berdampak pada generasi muda.

 "Khususnya maling sapi diharapkan Kapolsek makin sering melakukan patroli di sekitar wilayah rawan krimnal.," paparnya.

Ia menghimbau kepada Kapolsek yang hadir, agar selalu berkerjasama dengan Koramil maupun Camat sesering mungkin mencari strategi kreatif untuk menyelesaikan masalah kriminal, khususnya terkait maraknya maling sapi di Lumajang.

"Kepada seluruh Kapolsek, Koramil maupun Camat untuk selalu mengingatkan masyarakat untuk memerangi berita hoax, karena hal ini dapat memecah belah berbagai pihak," ungkap Kapolres. (hms/ls/red)

 

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi