Content: / /

Songsong Bonus Demografi 2045, Ayub Khan dan Dinas Kesehatan Sosialisasi Germas

Songsong Bonus Demografi 2045, Ayub Khan dan Dinas Kesehatan Sosialisasi Germas

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS)

Lumajang (lumajangsatu.com) - Dinas Kesehatan kabupaten Lumajang dan Pemprov Jatim menggelar sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Kegiatan tersebut juga menggadeng anggota DPR RI frkasi Demokrat Drs. Ayub Khan, M.Si, anggota DPR RI Komisi IX di Pendopo Kabupaten, Minggu (18/06/2017).

Sakri Sab'atmaja SKM, M.Si Kasubdit Advokasi dan Kemitraan Dit. Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat menyatakan, saat ini pola penyakit mulai bergeser. Jika dulu, penyakit yang banyak merenggut korban jiwa adalah penyakit menular, namun saat ini penyakit tidak menular yang paling banyak.

"Dulu malaria, demam berdarah dan penyakit menular lainnya banyak merenggut nyawa, saat ini penyakit tidak menular seperti stroke dan kecelekaan menempati poisisi teratas penyebab kematian," ujar Sakri.

Penyebab penyakit tidak menular tersebut karena pola hidup masyarakat yang tidak sehat. Oleh sebab itu, pemerintah menggalakkan program Germas dengan cara rutin periksakan kesehatan setiap 6 bulan sekali, aktif bergerak setiap hari dan makan sayur dan buah yang cukup.

"Penyakit tidak menular ini karena pola hidup masyarakat yang tidak sehat. Makanya pemerintah terus menggalakkan agar warga memulai hidup sehat dengan tiga hal. Rutin periksa, aktif bergerak dan konsumsi buah dan sayur," jelasnya.

Sementara itu, Drs. Ayub Khan, M.Si, anggota DPR RI Komisi IX frakasi Demokrat menyatakan saat ini BPJS banyak menaggung hutang karena pasien yang berobat penderita penyakit dengan biaya mahal. Dengan program Germas, diharapkan warga Indonesia akan semakin sehat dan tidak memiliki resiko penyakit yang berbahaya dan membutuhkan biaya besar.

"Bonus demografi dan generasi emas 2045 benar-benar generasi yang sehat maka kita mulai lakukan sosialisai Germas. Meski kita daoat bonus demografi, jika generasinya penyakitan maka tidak akan produktif," pungkasnya.(Yd/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi