Content: / /

Tak Jelas, Warga Jugosari Protes Uang Hasil Pungutan Portal Pasir

Peristiwa

11 Desember 2017
Tak Jelas, Warga Jugosari Protes Uang Hasil Pungutan Portal Pasir

Warga protes pengelolaan keungan portal yang tak transparan

Lumajang (lumajangsatu.com) - Ratusan warga Desa Jugosar memprotes pengelolan portal pasir Semeru di desanya pada Minggu,(10/12). Warga meminta transparansi keungan portal yang hingga kini belum jelas, apalagi uang portal yang rencananya akan dibuat perbaikan jalan hingga kini masih belum terealisasi.

Karena di desak oleh warga, pengelola keuangan portal menjelaskan satu-persatu hasil keungan yang berhasil dikumpulkan dari setiap sopir truk pasir yang melintas di kampung tersebut. menurut pengelola, uang tersebut semunaya sudah dikumpulkan di salah satu bank.

Setiap 15 hari sekali uang portal dari hasil pungutan tersebut disetorkan ke bank. Total uang yang sudah ada di bank saat ini sudah mencapai 400 juta lebih. Uang tersebut dikumpulkan dari uang portal selama satu tahun dengan rincian satu truck pengangkut pasir 10.000 rupiah.

"Sebetulnya sudah kita sampaikan terutama saat musyawaroh, mungkin ada salah satu warga yang tidak puas dengan kinerja kita. Diantara salah satu dari kita (pengelola) satu keluarga lagi bangun rumah mau gak dibangun tapi sudah roboh mau minta bantuan pemerintah tapi gak bisa dan dikira oleh masyarakat uang portal itu yang dibuat bangun rumah itu," ujar Miskadin pengelola portal.

Meski sudah mendapatkan penjelasan, namun warga masih memprotes karena ada pengeluaran keungan yang tidak diketahui pengurus lainnya. Apalagi, warga curiga terhadap salah satu pengelola portal yang saat ini sedang membangun rumahnya.

Warga curiga, uang portal digunakan untuk membangun rumah tersebut. Untuk itu, warga meminta kejelasan agar proses pembangunan jalan dari hasil uang portal tersebut bisa terealisasi.

"Uang portal itu kemana larinya untuk apa aja dan itu tadi saya baca catatannya pengambilan banyak sekali sedangkan datanya tidak dicantumkan di pos itu. Seharusnya kan dicantumkan biar tahu masyarakat Jugosari itu terutama dusun Kampung Baru, contohnya hari ini tanggal ini ngambil untuk ini warga kan harus tahu," pungkas Patsari, salah seorang warga.

Karena pengelolala keungan masih belum bisa menjelaskan secara rinci akhirnya warga meminta agar diadakan pertemuan kembali pada minggu depan. Setelah ada kesepakatan akhirnya warga membubarkan diri secara tertib.(Mad/red)

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi