Content: / /

1.000 Problem Dapat Teratasi Dengan Berdo’a di Pertengahan Malam

Opini

11 Oktober 2019
1.000 Problem Dapat Teratasi Dengan Berdo’a di Pertengahan Malam

Abdul Wadud Nafis, Pengasuh Pondok Pesantren Manarul Qur'an Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono

Lumajang (lumajangsatu.com) - Dalam kehidupan sehari-hari manusia sering mendapatkan bermacam-macam problem yang sulit diselesaikan, baik itu menimpa pada fisiknya, keluarganya, hartanya maupun karirnya. Sehingga pada puncaknya, merasa tidak ada jalan dan tidak ada cara yang dapat menyelesaikan problem-problem yang dihadapinya, bahkan berakhir dengan stress.

Misalnya, problem kesehatan, ditimpa suatu penyakit yang sulit disembuhkan, padahal sudah diobati dengan bermacam-macam obat dan ditangani oleh dokter ahli. Misalnya, problem ekonomi, bisnis hancur dan dililit hutang, padahal sudah berusaha menyelesaikan problem ekonomi, namun makin hari makin rumit, sehingga tidak tahu bagaimana cara penyelesaiannya problem ekonomi tersebut. Problem keluarga, istri tidak bisa diajak bekerjasama menata masa depan, anak sulit memahami kemauan orang tua. Upaya menyelesaikan problem sudah dilakukan bermacam-macam cara, tapi hasilnya nihil, bahkan makin hari makin kusut bagaikan benang kusust, yang sulit diuarai.

Problem yang beraneka ragam yang menimpa pada kehidupan manusia kadang-kadang mendorong seseorang putus asa, sehingga melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji, bahkan melakukan tindakan tidak dilarang oleh Allah subhanahu wa ta'ala, misalnya, ada yang sampai stress bahkan ada yang bunuh diri.

Rasulullah mengajarkan kepada umatnya cara menyelesaikan bermacam-macam problem yang berat, yang secara perhitungan manusia sulit diselesaikan, misalnya penyakit yang akut, krisis ekonomi, keluarga yang berantakan, dan karir yangbtidak pernah meningkat. Solusi yang diberika Rasulullah SAW dalam menyelesaikan problrm kehidupan adalah dengan bangun padam malam hari dan beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala, dan di separuh malam yang ketiga berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan khusu’ dan sungguh-sungguh, meminta kepada Allah agar diberikan penyelesaian problem yang dihadapinya.

Misalnya isi doanya, dalam problem kesehatan, meminta kepada Allah subhanahu wata’ala, agar diberi kesembuhan dan kesehatan yang sempurna. Dalam problem ekonomi, meminta kepada Allah subhanahu wata’ala, agar diberi reziki yang banyak, yang halal dan menyenangkan dan problem keluarga, meminta kepada Allah, agar diberi keluarga yang sakinah yang dihiasi dengan rasa cinta dan kasih saying.

Orang mu’min yang berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan khusu' di waktu sepertiga malam yang akhir pasti Allah mengabulkan do'a-do'a nya apabila diawali dengan berdzikir kepada Allah, membaca al-Qur’an, bertasbih, bertahmid, takbir tahlil, istighfar, dan shalawat, kemudian berdoa dengan khusu’ meminta kepada Allah subhanahu wata’ala, agar hajatnya terkabulkan dan terhindar dari segala problem yang dihadapainya.

Hal semacam ini ditegaskan oleh Rasulullah, bahwa pada sepertiga malam yang akhir Allah menurunkan rahmatnya kepada hambaNya dan Allah mengabulkan doa-doa hambanya yang betul-betul minta kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dan Allah memberikan hajat apa saja yang diminta oleh hamba-nya.

Dalam hadis yang diriwiyatakan Bukhori nomor 1145 dan Muslim nomor 1808 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ فَيَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ وَمَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: ”Rabb kita turun ke langit dunia pada setiap malam, yaitu ketika sepertiga malam terakhir. Allah berfirman, ’Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku penuhi. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.”
Wallahu a'lamu bis shawab.(Red)

Penulis : Abdul Wadud Nafis Pengasuh Ponpes Manarul Qur’an Desa Kutorenon Kecamatan Sukodono

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi