Content: / /

Bayi Ditemukan di Ranuyoso Sudah Dikerubung Belatung dan Serangga

Peristiwa

06 Maret 2020
Bayi Ditemukan di Ranuyoso Sudah Dikerubung Belatung dan Serangga

AKBP Adewira jengguk kondisi kesehatan bayi kuat dibuang di ranuyoso dirawat RS Bhayangkara.

Lumajang - Penemuan bayi laki-laki di sebuah kebun tebu oleh warga Dusun Kebonan Desa/Kecamatan Ranuyoso mengegerakan Lumajang. Ternyata, sang bayi yang dibuang oleh orang tua tak bertanggung sudah dikerubung belatung dibagian ari-ari

Dokter Jaga UGD RS Bhayagkata, dr. Retno Purwaningtyas SpA  mengatakan, dari hasil pemeriksaan menurut perkiraan bayi itu dibuang diatas 4 hari karena sudah di kerubungi belatung dan kondisinya agak lemah.

"Banyak belatung di tali pusar karena ari-arinya belum di potong, ada gigitan serangga diatas kemaluannya dan di pahanya . Untuk sementara waktu kami memberikan nutrisi karena kondisinya agak lemah" Tutur dokter berkacamata itu pada wartawan wartawan, Jum'at (6/3/2020).

BACA JUGA : Heboh! Bayi Laki-laki Ditemukan di Kebun Tebu Ranuyoso Lumajang

Diberitakan sebelumnya, Saksi yang pertama kali menemukan bayi tersebut Sutik (50) warga setempat saat mencari rumput untuk pakan ternaknya. Ketika sedang  merumput, saksi mendengar ada suara tangisan di sebelah tempat ia merumput.

Ketika penasaran kemudian ia mencari sumber suara lalu menemukan bayi dalam keadaan telanjang
tanpa alas dan kondisinya dikerumuni oleh ulat dan semut, terdapat bintik-bintik merah di kulit di sekujur tubuh, luka lecet di pantat serta penis membengkak, tali pusar masih menempel, berbau dan dikerumuni ulat.

Kemudian Sutik memanggil Elip (Adik ipar) untuk membantu mengamankan bayi tersebut. Selanjutnya Sutik membawa pulang bayi tersebut untuk segera dimandikan bersama warga membawa bayi tersebut ke Puskesmas guna mendapat perawatan.

Setelah mendapatkan perawatan dari pihak Puskesmas Klakah, kemudian bayi berjenis kelamin laki-laki itu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang guna mendapat perawatan lebih baik. (ind/ls/red)

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi