Content: / /

Dikritik Jawara, Cak Thoriq Belum Presentase 20 Janji Politik Setahun Pimpin Lumajang

Politik Dan Pemerintahan

21 September 2019
Dikritik Jawara, Cak Thoriq Belum Presentase 20 Janji Politik Setahun Pimpin Lumajang

Cak Thoriq saat hadir di acara Jawara DPRD Lumajang.

Lumajang (lumajangsatu.com) - Bupati Lumajang, Thoriqul Haq yang hadir di acara Jagongan Wakil Rakyat (Jawara) DPRD mendapat banyak kritikan dan masukan setahun pemerintahanya bersama Bunda Indah. Cak Thoriq sapaan akrab orang nomer satu di Lumajang, mengaku belum melakukan presentase hasil kerjanya setahun memimpin dengan 20 janji politiknya.

"Kalau ditanya presentase hasil kerja 20 jaji politik, saya belum kesana," ujar politisi PKB itu saat menjawab sejumlah pertanyaan Legislator, Akademisi, Jurnalis, Jum'at (20/9/2019) malam.

Bagi dia, dirinya selama bekerja setahun banyak menemukan sesuatu hal diluar dugaa untuk melakukan percepatan pembangunan di Lumajang. Karena, banyak menemukan alasan dan pendapat masyarakat diluar nalar logika kebijakan dirinya sebagai pemerintah.

"Contoh, ada masyarakat Wates Wetan tidak mau jalanya di Hotmic, padahal ini untuk percepatan pembangunan jalur ekonomi masyarakat," jelasnya..

Selain itu, dia menemukan cara berpikir masyarakat yang masih mementingkan dirinya sendiri dan kelompok. Salah satunya, saat penutupan jalan desa di Candipuro. "Jadi ada kelompok masyarakt main tutup jalan sendiri, sehingga warga kedua desa kesulitan untuk melintas, ini jelas menghambat pembangunan," paparnya.

Untuk nalar berkebijakan pemerinatah dengan logika masyarakat bertolakan, tambah Cak Thoriq, dirinya harus membagi dalam bentuk kebijakan kuantitatif dan kualitatif. Kalau ujungnya pada kuantitatif sangat mudah dalam hal pelayanan KTP, SPP Gratis, Melahirkan Gratis.

"Tinggal dianggarkan selesai," paparnya.

Namun, ada sebuah kebijakan kualitatif untuk mewujudkan pembangunan jangka panjang perlu sebuah langkah dan pemikiran matang serta mampu diterima masyarakat. Dalam hal pembanguan bidang Pertanian dan Pariwisata secara berkelanjutan.

"Kalau sekedar promosi pariwisata, itu bukan ukuran, tetapi bagaimana ada dasar kepariwisataan berkelanjutan, seperti di Ranupani, agar wisatawan bisa turun ke Lumajang," jelasnya.

Cak Thoriq menilai 20 janji politiknya adalah bagian kecil dari mengubah Lumajang lebih maju. Karena banyak fenomena ditengah masyarakat dalam kerangka berpikirkan belum maju melihat masa depan.

"Memang melalui IPM harus ada terobosan, jangan saat Pilkades saja," ungkapnya. (ls/red)

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi