Content: / /

Film Berkisah Begal Karya Sineas Lumajang ikuti FFI 2021

Gaya Hidup

30 Agustus 2021
Film Berkisah Begal Karya Sineas Lumajang  ikuti FFI 2021

Pamflet Film Begal Lumajang

Lumajang - Begal salah satu kriminalitas di Lumajang yang menjadi momok di masyarakat akhirnya di filmkan oleh Sutradara film Paed Hariyanto (33) warga Desa Gucialit. Inti dari cerita ini bahwa pelaku begal akan mendapatkan karma dan berujung taubat nasuha ini juga akan diikutkan ke ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2021.

Film ini juga melibatkan Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, di dalam film tersebut dia memimpin timnya untuk menangkap kawanan begal. Sosoknya yang tegas, bijaksana, namun tetap humoris menjadi panutan dan segani oleh bawahannya.

AKBP Eka juga memiliki pemikiran dan ide yang cerdas dalam mengatur strategi. Umpan yang dirancang olehnya bisa memancing begal masuk dalam perangkap dan berhasil dilumpuhkan.

Sedangkan menurut Sutradara yang kerap disapa dengan PD Hariyanto terinspirasi oleh pemberitaan yang belakangan ini ramai menjadi perbincangan.

“Akhir-akhir ini, marak terjadi pembegalan motor. Permasalahan yang sedang hangat ini coba kami refleksikan kedalam sebuah karya film,” ujarnya

Bahwa film ini menceritakan salah satu keluarga yang terhimpit ekonominya, lalu terjerumus kelembah hitam menjadi seorang begal. Dikemudian hari anak dan istri pelaku ini menjadi korban begal oleh kawanan mafia lain, disitulah pelaku mendapatkan karmanya.

"Selengkapnya tunggu film nya mbak" Kata PD Hariyanto.

Sementara itu, Anggun Mell salah satu peran di dalam film tersebut mengaku suka dengan film ini yang memiliki gendre action. Jalan cerita filmnya seru, adegan perkelahiannya cukup menegangkan.

''Saya menyukai film ini baik dari segi pengambilan gambarnya, instrument musik yang dipadukan, dan karakter yang dibawakan oleh pemeran utama,” terangnya.

 Film ini juga diikutkan dalam Festival Film Indonesia (FFI) terakhir pengiriman lomba pada tanggal 31 Agustus 2021. Nantinya akan ditayangkan di Bioskop namun nunggu keputusan dari pusat. (Ind/har/red)

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi