Content: / /

Pengrajin Lumajang Ajak Millenial Cinta Batik Warisan Budaya Indonesia

Ekonomi

02 Oktober 2020
Pengrajin Lumajang Ajak Millenial Cinta Batik Warisan Budaya Indonesia

Pembatik khas Lumajang.

Lumajang - Batik menjadi pakaian khas kebanggaan Indonesia diakui UNESCO pada 02 Oktober 2019 sebagai Warisan Budaya Tak benda. Ely Hartinik pengusaha kerajinan batik Lumajang ajak milenial mencintai batik.

Wanita asal Desa Yosowilangun Lor Kecamatan Yosowilangun tersebut mengungkapkan bahwa jika rata-rata pembeli batik dari pejabat untuk digunakan baju resmi kantor.

"Saya ingin mengajak milenial juga bangga mengenakan batik, bukan hanya untuk baju resmi, tapi juga sebagai baju santai. sekarang juga ada macam-macam hingga jaket pun ada,"jelasnya.

Untuk menggapai keinginanya dia sering melatih siswa yang ingin belajar batik hingga perekrutanya karyawanya dari orang yang tidak bisa membatik, hingga dia latih sampai mahir.

"Saya mulai usaha batik dari tahun 2011, hingga kini saya memiliki 8 karyawan,"jelasnya.

Dia memaparkan bahwa skill batiknya dia dapatkan dari mengikuti pelatihan-pelatihan.

"Saya itu kuliah jurusan penerbangan, dan skill membatik tidak saya dapatkan di bangku kuliah, tapi saya dapatkan dari pelatihan-pelatihan. Saya nekad mas awalnya, modal berani saja buka usaha,"terangnya.

Hingga kini batik karyanya sudah dikirim ke luar kota dari Sulawasi, Kalimantan, Lampung, hingga Papua bahkan menurutnya banyak pegawai-pegawai Lumajang pesan kepadanya.

"Baju batik Cak Thoriq itu pesan disini mas,"jelasnya.

Menurutnya pakaian batik memiliki unsur cerita yang dikandung dalam desain sehingga dari hal tersebut harga batik beraneka ragam, mengikuti kerumitan pola desainya.

"Batik cap sintetis dari harga 90 sampai 175, batik cap alam 250 hingga 800, batik tulis sintetis 175 hingga 500, hingga yang paling mahal batik tulis alam dengan harga 500 sampai 1 juta setengah,"jelasnya.

Dian Rutin Purnamasari karyawan Ely Hartinik mengungkapkan jika sering ada bule yang datang ketempatnya kerja untuk membeli batik.

"Yaa bule saja suka batik, masa kaum milenial gengsi mengenakan batik. Saya rasa batik bisa dijadikan tren kekinian,"pungkas wanita umur 29 tahun tersebut. (Oky/ls/red)

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi