Content: / /

Seribu Penyakit Sembuh Dengan Do'a dan Obat ?

Opini

01 November 2019
Seribu Penyakit Sembuh Dengan Do'a dan Obat ?

Abdul Wadud Nafis, pengasush PP Manarul Qur'an Kutorenon Kecamatan Sukodono

Lumajang (lumajangstu.com) - Penyakit datangnya dari Allah SWT begitu pula kesembuhan datangnya dari Allah SWT, akan tetapi Allah SWT memberikan sebab dan akibat,  ketika Allah SWT memberikan penyakit pada seseorang, maka Allah SWT memberikan sebab penyakit tersebut,  dengan udara panas, makanan yang mengandung bakteri atau kebersihan yang kurang sempurna.  Begitu juga,  ketika Allah SWT memberikan kesembuhan, maka memberikan obat yang cocok dengan penyakitnya dan dengan izin Allah SWT penyakitnya menjadi sembuh.

Nabi Ibrahim sakit, lalu dia sadar bahwa sakit yang dideritanya adalah  ujian dari Allah SWT untuk meninggikan derajatnya dan  sadar bahwa yang menyembuhkannya  Allah SWT,  maka karena itu ketika  sakit banyak ber-istighfar kepada Allah SWT dan memperbanyak beribadah kepada Allah SWT serta secara lahir  berusaha mencari obat yang cocok dengan penyakitnya, agar Allah SWT memberi kesebuhan dengan seizin-Nya serta berdoa kepada Allah SWT,  agar diberika kesembuhan segera.

Rasulullah mengajarkan pada umatnya, apabila tidak ditimpa suatu penyakit, dangan doa berikut ini:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Artinya, “ya Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan  rasa nyeri,”

Maka karena itu, apabila ditimpa penyakit apapun sebelum berobat hendaknya banyak beristighfar  kepada Allah SWT, mungkin ada dosa yang  dilakukannya,  sehingga Allah SWT memberikan cobaan berupa darah tinggi dan lain sebagainya,  dan banyak beribadah kepada Allah SWT agar hajat dan keinginannya dikabulkan oleh Allah SWT yaitu berupa kesehatan yang sempurna,  terutama penyakit yang menimpa pada wajah yaitu berupa darah tinggi, karena tidak ada yang sulit bagi Allah SWT apabila  berkehendak untuk memudahkan-Nya, dan tidak ada penyakit yang tidak sembuh apabila Allah SWT berkehendak memberi kesembuhan yang sempurna.  Karena Allah SWT Maha Kuasa,  apabila Allah SWT berkehendak cukup berkata:  "Kun Fayakun" maka semuanya menjadi kenyataan

Setelah mendekatkan diri kepada Allah SWTdengan beristighfar dan ibadah kepada Allah SWT,  maka hendaknya berobat dengan menggunakan obat yang cocok dengan penyakitnya.  caranya,  datang ke dokter yang ahli dan konsultasi dengannya agar diberikan obat yang cocok dengan penyakitnya sehingga sembuh atas izin Allah SWT.

Kenapa ? karena  setiap penyakit yang diberikan obat yang  cocok  dengan penyakitnya akan sembuh dengan izin Allah SWT. Rasulullah bersabda:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ الله

“Semua penyakit ada obatnya. Jika cocok antara penyakit dan obatnya, maka akan sembuh dengan izin Allah SWT.” [HR. Muslim).

Hadis ini,  jelas sekali,  bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya dan penyakit akan sembuh apabila obatnya sesuai dengan penyakitnya,  akan tetapi kesenbuhannya bukan diakibatkan oleh obat itu sendiri,  tapi dengan izin Allah SWT Subhanahu Wa Ta'ala.

Maka karena itu,  secara syariat manusia harus  berobat agar sembuh dari penyakitnya,  baik berupa darah tinggi maupun lainnya,  dengan menggunakan obat yang baik dan berkualitas berdasarkan petunjuk dokter yang ahli,  tetapi waktu yang sama harus berdoa kepada Allah SWT Subhanahu Wa Ta'ala,  agar diberi kesembuhan dari penyakutnya, karena hanya Allah SWT-lah  yang memberi kesebuhan.

Kata kunci, "kewajiban manusia berobat, agar penyakitnya sembuh,  dan  berdoa  agar  disembuhan penyakitnya oleh Allah SWT, sedangkan yang member kesembuhan hanya Allah SWT".

Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan pada kita dan kesehatan yang sempurna.(Red)

Wallahu a'lam bis shawab

Penulis : Abdul Wadud Nafis, pengasush PP Manarul Qur'an Kutorenon

loading...

Tinggalkan Komentar

Facebook

Twitter

Redaksi