Lumajang – Pelajar tidak hanya dituntut cakap di ruang kelas. Mereka juga perlu memahami cara menjaga keselamatan di jalan sekaligus mampu menyikapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara kritis.
Baca juga: UMKM Kerajinan Lumajang Didorong Tembus Pasar Ekspor, Pendampingan Dibuka Gratis
Pesan itu dibawa Polres Lumajang melalui program Police Goes to School di Pinandita Hall SMAN 2 Lumajang, Kamis (24/9/2026).
Ratusan pelajar mengikuti kegiatan yang memadukan edukasi keselamatan berlalu lintas dengan sosialisasi Pelajar Paham Artificial Intelligence (AI).
Kanit Kamsel Satlantas Polres Lumajang Ipda Suheri memberikan materi keselamatan lalu lintas, sedangkan literasi AI disampaikan Kasat Binmas Polres Lumajang Iptu Irdani Isma.
Di hadapan para pelajar, Suheri menekankan bahwa budaya tertib berlalu lintas perlu dibangun sejak usia sekolah. Para pelajar diberikan pemahaman mengenai kewajiban mematuhi aturan lalu lintas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Pelajar merupakan bagian penting dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas. Karena itu, edukasi keselamatan harus terus disampaikan agar kepatuhan terhadap aturan lalu lintas tumbuh menjadi kebiasaan,” ujar Suheri.
Materi tidak berhenti pada teori. Para pelajar dibekali cara aman saat berangkat dan pulang sekolah, penggunaan helm yang benar, hingga keselamatan ketika menjadi penumpang sepeda motor.
Rambu-rambu lalu lintas juga dikenalkan kepada peserta. Polisi turut memberikan pemahaman mengenai penggunaan sepeda listrik yang harus mengikuti ketentuan keselamatan dan aturan yang berlaku.
Brosur imbauan tertib berlalu lintas juga dibagikan kepada para pelajar. Suheri berharap edukasi tersebut tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan mampu menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitarnya.
“Melalui kegiatan ini, kami mengajak para pelajar membiasakan perilaku tertib dan mengutamakan keselamatan di jalan. Harapannya, langkah tersebut dapat membantu menekan angka pelanggaran sekaligus meminimalkan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Baca juga: Bukan Sekadar Kontes, Ternak Unggulan Lumajang Dipamerkan untuk Dorong Ekonomi Peternak
Tak Cukup Bisa Menggunakan AI
Di ruang yang sama, para pelajar juga diajak melihat perkembangan teknologi dari sisi yang berbeda. Bukan sekadar bagaimana menggunakan AI, tetapi bagaimana menggunakannya secara bijak dan bertanggung jawab.
Kasat Binmas Polres Lumajang Iptu Irdani Isma mengatakan perkembangan AI perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis dan pemahaman etika digital.
“Para peserta dikenalkan dengan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI), mulai dari pemanfaatan AI secara bijak, etika penggunaan teknologi, hingga pemanfaatannya untuk membantu melawan hoaks dan mendukung proses belajar,” terang Irdani.
Menurutnya, AI dapat memberikan berbagai kemudahan, termasuk dalam mendukung proses pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut tetap membutuhkan kontrol dan tanggung jawab dari penggunanya.
Baca juga: Tak Harus Menunggu Besar, UMKM Lumajang Mulai Dibekali Cara Menembus Pasar Ekspor
Pelajar didorong tidak langsung mempercayai informasi yang diterima melalui teknologi. Informasi perlu disaring, diperiksa, dan dipastikan kebenarannya sebelum dipercaya maupun disebarluaskan.
“Literasi AI juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi memahami etika, mampu menyaring informasi, dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks,” ujarnya.
Irdani menambahkan, kecakapan digital harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Kemampuan menggunakan teknologi tanpa disertai tanggung jawab justru dapat menimbulkan persoalan baru.
Melalui Police Goes to School, Polres Lumajang berupaya membangun kesadaran pelajar dari dua sisi sekaligus selamat saat berada di jalan dan cerdas ketika berada di ruang digital.
Edukasi tersebut diharapkan membentuk generasi muda yang disiplin, memahami keselamatan berlalu lintas, mampu menyaring informasi, serta menggunakan perkembangan teknologi secara cerdas, kritis dan bertanggung jawab (Red).
Editor : Redaksi