Lumajang– Penanganan jalan rusak berat di Kabupaten Lumajang belum bisa dilakukan sekaligus. Pemerintah daerah memilih skala prioritas dengan mendahulukan ruas yang dinilai paling membutuhkan penanganan.
Baca juga: Jadi Irup di MI Nurul Islam Candipuro Lumajang, Polisi Ingatkan Siswa Disiplin dan Jauhi Bullying
Salah satu ruas yang segera mendapat perhatian adalah jalan Tempeh-Gesang sepanjang 5,2 kilometer. Ruas tersebut direncanakan mulai dikerjakan pada November 2026 melalui program Infrastruktur Jalan Daerah (IJD).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Lumajang, Endah Mardiana, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan inventarisasi kondisi jalan untuk menentukan ruas yang menjadi prioritas perbaikan.
Saat awal kepemimpinan bupati pada 2025, tercatat 110 ruas jalan masuk kategori rusak berat. Di sisi lain, masih terdapat ratusan kilometer jalan dengan kondisi rusak sedang dan ringan dari total sekitar 1.090 kilometer jaringan jalan kabupaten.
“Memang pemerintah sudah memprioritaskan agar infrastruktur jalan menjadi prioritas penanganan di setiap tahun. Tetap kita bertahap, tidak mungkin satu tahun selesai semua dengan anggaran efisiensi,” kata Endah, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan urutan penanganan berdasarkan tingkat kerusakan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Salah satu ruas yang mendapat dukungan melalui program IJD yakni Tempeh-Gesang. Ruas sepanjang 5,2 kilometer itu telah diusulkan kepada pemerintah pusat dan mendapat informasi dukungan untuk peningkatan jalan.
“Tempeh-Gesang itu 5,2 kilometer ini sudah masuk di usulan kementerian dan sudah juga sampai terakhir kemarin tersampaikan bahwa kita akan mendapatkan peningkatan jalan di ruas jalan tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Polsek Tempeh Patroli Pertokoan, Cegah Curanmor dan Gangguan Kamtibmas
Tak hanya Tempeh-Gesang, pemerintah juga menyiapkan penanganan ruas Gesang-Tumpeng. Dari total panjang sekitar 6 kilometer, terdapat sekitar 4 kilometer yang mengalami kerusakan berat.
Namun, perbaikannya juga belum dilakukan sekaligus. Tahap awal akan menyasar sekitar 1 kilometer dan dilanjutkan pada 2027.
“Gesang-Tumpeng total 6 kilometer, untuk yang rusak berat itu 4 kilometer, tapi kita akan selesaikan dulu sekitar 1 kilometer dan ini akan dilanjutkan pada 2027,” jelas Endah.
Baca juga: Timsus Polres Lumajang Sisir Perbatasan Ranuyoso-Probolinggo Dini Hari, Antisipasi 4C
Ruas Tumpeng-Pasru yang mengalami kerusakan berat juga masuk dalam rencana penanganan berikutnya.
Pola bertahap tersebut menjadi strategi Pemkab Lumajang untuk tetap menjalankan perbaikan infrastruktur di tengah keterbatasan ruang fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran.
Dengan memprioritaskan ruas yang tingkat kerusakannya lebih berat, pemerintah berharap perbaikan dapat memberikan dampak langsung terhadap konektivitas antarwilayah serta kelancaran aktivitas masyarakat.
Pemkab Lumajang memastikan penanganan jalan akan terus dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran sekaligus tingkat kebutuhan setiap ruas (Red).
Editor : Redaksi