Karhutla

Polres Lumajang Kerahkan Personel Gabungan dan Peralatan Pemadam, Karhutla 3 Hektar di TNBTS Ditangani

Reporter : Indana Zulfa
Ketika anggota dan tim gabungan melakukan pemadaman

Lumajang – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di Blok Bantengan, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas, Polres Lumajang bersama tim gabungan mengerahkan puluhan personel dan berbagai peralatan pemadam, Selasa (20/10/2026).

 

Baca juga: Pemkab Lumajang Genjot Promosi Digital, Produk UMKM Lokal Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

Pemadaman dimulai pukul 08.00 WIB dengan menyasar area hutan yang terbakar seluas sekitar 3 hektare. Penanganan dilakukan melalui kolaborasi personel kepolisian, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan petugas TNBTS.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan sebanyak 25 personel Polri diterjunkan untuk mendukung upaya pemadaman. Mereka bergabung dengan 20 anggota MPA dan 10 petugas TNBTS guna mempercepat penanganan titik api di kawasan tersebut.

 

“Sinergi seluruh unsur sangat penting agar penanganan titik api di Blok Bantengan dapat dilakukan secara cepat dan terukur, sehingga kebakaran tidak meluas ke kawasan konservasi lainnya,” ujar Riki.

 

Untuk menunjang proses pemadaman di lapangan, tim gabungan mengerahkan sejumlah kendaraan operasional, yakni satu unit truk Dinas Baglog Polres Lumajang untuk mengangkut personel, satu unit R4 Strada Polsek Senduro, satu unit R4 Isuzu D-Max Sat Samapta Polres Lumajang, serta kendaraan milik TNBTS berupa satu unit R4 dan satu unit R3 Triseda.

 

Petugas juga membawa empat tandon air berkapasitas masing-masing 1.000 liter serta empat alat semprot pemadam kebakaran. Peralatan tersebut digunakan untuk membasahi area terdampak sekaligus menangani sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

 

Baca juga: Stok Pertamax hingga Bio Solar Kosong di SPBU Pasirian Lumajang, Pasokan dari Surabaya Belum Tiba

Menurut Riki, dukungan kendaraan operasional dan pasokan air menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan upaya pemadaman, terutama untuk menjangkau area yang membutuhkan penanganan intensif.

 

“Pasokan air dan peralatan pemadam kami maksimalkan untuk menyemprot serta membasahi area yang terbakar. Berkat kerja keras seluruh tim, kebakaran dapat dilokalisasi dengan luas area terdampak sekitar 3 hektare. Seluruh rangkaian kegiatan pemadaman berlangsung aman dan lancar,” jelasnya.

 

Meski kegiatan pemadaman pada Selasa berjalan aman dan terkendali, Polres Lumajang memastikan pemantauan di kawasan TNBTS Resort Ranupani tetap dilakukan secara berkala. Perkembangan situasi di lapangan juga dilaporkan secara berjenjang kepada Polda Jawa Timur.

 

Baca juga: Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Polres Lumajang Kumpulkan 35 Kantong Darah

Kapolres turut mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar ikut menjaga kelestarian kawasan konservasi dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan.

 

“Kami mengimbau masyarakat dan pengunjung kawasan TNBTS untuk tetap waspada serta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api baru. Pemantauan akan terus dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi perkembangan situasi karhutla,” pungkasnya.

 

Upaya penanganan ini menjadi bagian dari langkah bersama untuk menjaga kawasan konservasi TNBTS dari ancaman kebakaran sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru