Candipuro

Bentuk Desa Tangguh Bencana, Warga Tumpeng Candipuro Dilatih Hadapi Bencana hingga Praktik Evakuasi

Reporter : Indana Zulfa
Polsek Candipuro Dukung Destana, Warga Tumpeng Dibekali Keterampilan Evakuasi

Lumajang – Kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Masyarakat juga harus memiliki kemampuan untuk menyelamatkan diri dan membantu sesama ketika situasi darurat terjadi.

 

Baca juga: Jumat Berkah, Satlantas Polres Lumajang Berbagi Nasi Kotak untuk Sopir Truk, Sekaligus Edukasi Keselamatan

Semangat itulah yang melatarbelakangi pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jumat (6/11/2026).

 

Bertempat di Balai Desa Tumpeng, kegiatan tersebut melibatkan Bhabinkamtibmas Desa Tumpeng dari Polsek Candipuro, fasilitator Provinsi Jawa Timur Gus Yoyok, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, perangkat desa, serta perwakilan masyarakat.

 

Melalui program ini, warga dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi ancaman bencana, memahami langkah penanganan keadaan darurat, hingga melakukan evakuasi secara tepat dan terarah.

 

Tak hanya mendapatkan pembekalan teori, peserta juga mengikuti praktik langsung penanggulangan bencana dan simulasi langkah-langkah evakuasi. Pelatihan ini menjadi bagian penting agar masyarakat tidak panik dan mampu mengambil tindakan awal ketika bencana terjadi.

 

Bhabinkamtibmas Desa Tumpeng, Briptu Yuda Krismantara, mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci utama dalam membangun desa yang tangguh terhadap bencana.

 

"Pembentukan Desa Tangguh Bencana ini sangat penting agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana. Warga harus memahami apa yang perlu dilakukan sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi, termasuk bagaimana melakukan evakuasi dengan aman," ujarnya.

 

Baca juga: Kecelakaan Truk dan Motor di Jarit Lumajang, Penumpang Honda Beat Meninggal Dunia

Ia berharap, melalui pembekalan tersebut, masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam upaya penyelamatan diri dan lingkungan sekitarnya.

 

Sementara itu, Plt. Kapolsek Candipuro, Ipda Yoyok Widarto, mengapresiasi pembentukan Destana sebagai langkah nyata memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa.

 

Menurutnya, penanggulangan bencana membutuhkan sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, petugas kebencanaan, aparat keamanan, hingga masyarakat.

 

"Kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas. Masyarakat juga harus memiliki kemampuan untuk melakukan penanganan awal dan evakuasi secara tepat. Karena itu, kami sangat mendukung pembentukan Destana ini," ungkap Ipda Yoyok.

Baca juga: Tegakkan Disiplin Internal, Kapolres Lumajang Gelar Pemeriksaan Vape Tanpa Terkecuali

 

Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana di Desa Tumpeng, diharapkan warga semakin memahami potensi risiko di lingkungan tempat tinggalnya serta mampu membangun koordinasi yang baik dengan pemerintah desa, BPBD, kepolisian, dan unsur terkait lainnya.

 

Lebih dari sekadar pembentukan kelembagaan, Destana diharapkan menjadi wadah lahirnya masyarakat yang tangguh, sigap, dan tidak mudah panik ketika menghadapi ancaman bencana.

 

Sebab, dalam situasi bencana, kesiapan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerugian yang lebih besar (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru