Lumajang (lumajangsatu.com) - Jajaran Polres Lumajang akhirnya menutup operasi penaykit masyarakat (pekat) Seemru 2017. Ops pekat terdiri dari tiga pilar, yakni TNI, Polri dan satpol PP dengan menyisir sejumlah target, seperti aksi kriminalitas dan lokasi-lokasi mesum saat ramadhan.
"Alhamdulillah, kita berhasil tutup Ops Pekat Semeru 2017 dengan sejumlah hasil unkap kasus TO dan non TO," ujar AKBP Raydian Kokrosono SIK, Kapolres Lumajang, Selasa (06/06/2017).
Baca juga: OJK Jember: Ekonomi Sekarkijang Tumbuh Solid, Kredit dan Investasi Meningkat Positif
Dalam hasil ungkap Ops Pekat Semeru berhasil mengungkap 37 kasus TO dan 2 kasus non TO yakni pengeroyokan dan kekerasan pada perempuan. Dari sekian ungkap, polisi berhasil mengamankan 50 tersangka dengan 194 barang bkti seperti sepeda motor dan alat perjudian.
"Kita berhasil mengamankan 50 TSk dengan 194 barang bukti seperti sepeda motor, senjata tajam dan juga alat perjudian," paparnya.
Dalam ungkap itu, polisi berhasil menangkap kejadian yang meresahkan warga seperti pelaku begal dan copet di jalan. Sedangkan untuk kasus judi, polisi mengamankan pelaku judi togel yang masih cukup marak di Lumajang.
Baca juga: Nilai Manfaat PIP Dinilai Tak Relevan, Komisi X DPR RI Minta Pemerintah Naikkan Indeks Bantuan
"Ada beberapa kasus begal, copet, judi dan pengedar pil terlarang," pungkasnya.(Yd/red)
Editor : Redaksi