Kedungjajang - Warga Dusun Karanganyar Desa Burno Kecamatan Senduro sejumlah 50 orang ngeluruk di depan Kantor DPRD Kabupaten Lumajang. Para petani Senduro itu datang untuk menyuarakan terkait aspirasinya menolak tukar guling, Senin (05/04/2021).
Awalnya peserta 200 orang namun yang hadir hanya puluhan karena masih dimasa pandemi Covid19. Kabag Ops Polres Lumajang AKP Syaiful Alam mengatakan para anggota sudah siap berjaga di lokasi, guna mengamankan proses aksi.
Baca juga: Warga Jember Jadi Korban Begal di Lumajang, Alami Luka Serius di Leher dan Kepala
Adapun para pendemo menuntut beberapa hak salah satunya menolak tukar guling yang ada di wilayah Senduro karena tidak sesuai dengan kemampuan keuangan masyarakat. Menolak penggusuran sepihak lahan garapan.
Menolak Dusun Karanganyar dijadikan jalan tempat wisata karena membahayakan masyarakat sekitar dan meminta perlindungan hutan adat di wilayah Tengger terutama di Desa Argosari dan Ranupani. "Kami hanya meminta keadilan, maka dari itu kami menyuarakan kepada DPRD Lumajang agar ditindak lanjuti" kata Penanggung jawab aksi Lulik.
Baca juga: Terungkap, Orang Tua Bayi yang Dibuang di Senduro Menyerahkan Diri, Motif Diduga Faktor Ekonomi
Usai menyuarakan beberapa tuntutan kemudian salah satu dari peserta aksi masuk kedalam gedung DPRD Lumajang. Alhasil ditemui oleh Wakil Ketua DPRD Lumajang H. Bukasan dan diterima dengan baik.
Pihaknya mengungkapkan bahwa terkait dengan permasalahan dengan tanah maka akan dibahas dalam rapat kerja dan panggil dari BPN maupun perhutani.
Baca juga: Anggota Polres Lumajang Evakuasi Bayi yang Ditemukan di Warung Dekat Jembatan Curah Kebo
"Kami akan tindak lanjuti terkait aspirasi masyarakat," kata H. Bukasan.(Ind/yd/red)
Editor : Redaksi