Kedungjajang - Warung Kopi mampu menjadi sektor penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini disampaikan oleh, Trisno, ketua Komisi C DPRD Lumajang saat menjadi pembicara di Cari Panggung Komunitas Pemuda Ngopi Idaman di Kopi Redaksi, Selasa (01/6/2021).
"Warung Kopi bisa jadi sektor PAD, ini saya temui saat kunjungan kerja ke Madiun," ujar Ketua Gerakan Pemuda Ka'bah Lumajang.
Baca juga: Muhamad Hotep Terpilih Aklamasi Pimpin ABPEDNAS Lumajang, Kejari Jalin Kerja Sama Pengawasan Desa
Lanjut dia, di Madiun ada sekitar dua ribu lebih warung kopi yang menjadi sektor penghasil PAD. Dalam sehari mampu menyumbang sekitar dua juta setengah.
"Bayangkan dalam sebulan di Madiun mampu menyumbang sembilan ratus juta," paparnya.
Baca juga: Kejurkab Bulu Tangkis Lumajang 2026 Momentum Jaring Atlet Berprestasi
Warung Kopi mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat dilakukan pemuda. Kemudian ada sumbangsih pada pembangunan daerah bila diterapkan di Lumajang.
"Nantinya dengan Warkop akan mendapat perhatian dalam pembinaan dan pijaman tanpa bunga," jelansya.
Baca juga: Sengketa Advokat Wiwin dengan Mantan Kliennya Masuk Gugatan ke Pengadilan Negeri Lumajang
Trisno mengaku sangat senang dengan adanya Komunitas Pemuda Ngopi Idaman menjadi penggerakan pembagunan dalam berbagai sektor, khususnya ekonomi.(har/red)
Editor : Redaksi