Lumajang - Kisruh Aksi Cepat Tanggap (ACT) ternyata juga berimbas pada pembangunan Hunian Sementara (Huntara) pada korban erupsi Semeru. Pasalnya, ACT menyanggupi 100 unit huntara di Desa Sumbermujur Kecamatan Candipuro, Lumajang.
Dari jumlah 100 Huntara, baru 22 saja yang sudah selesai. 7 Huntara dalam proses pembangunan, namun tidak selesai dan tidak ada lagi aktifitas pembangunan.
Baca juga: Cegah Wisatawan Berdesakan, Pemkab Lumajang Proses Bantuan Tangga Tambahan di Tumpak Sewu
Anang Ahmad Syaifuddin, Ketua DPRD Lumajang meminta Badan Amin Zakat (BAZNAS) Lumajang mengambil alih pembangunan Huntara. Sebab, BAZNAS sudah banyak menerima donasi dari warga Indonesia untuk korban erupsi Semeru.
Baca juga: Harumkan Nama Indonesia di Asian Games, Atlet Asal Lumajang Disambut Bupati dan Wabup
"Saya minta BAZNAS bisa ambil alih pembangunan Huntara yang tidak diselesaikan oleh ACT," jelas Anang, Selasa (12/07/2022).
Baca juga: Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Patroli Perintis Presisi Polres Lumajang Sasar Warga Lewat Dialogis
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan bahwa Pemkab Lumajang kesulitan menghubungi pihak ACT. Nomor kontak dan penanggung jawab pembangunan Huntara sudah tidak aktif dan tidak bisa dihubungi lagi.(Yd/red)
Editor : Redaksi