Lumajang - Mundurnya Anang Ahmad Syaifuddin dari Ketua DPRD Lumajang direspon banyak pihak. Abdul Wadud Nafis, tokoh masyarakat Lumajang menganggap kesalahan pelafalan Pancasila bisa terjadi pada siapa saja.
Terlebih lagi, saat situasi yang tegang seperti saat menghadapi masa aksi demo, bisa saja lupa saat melafalkan Pancasila. Pengasuh Ponpes Manarul Qur'an itu aman menyayangkan Anang mundur dari posisi ketua DPRD.
Baca juga: Ngabuburit Digital, WiFi Gratis Ubah Wajah Ramadan di Alun-Alun Lumajang
Terlebih lagi, Anang sudah dengan kesatria mengakui kesalahan dan meminta ma'af. Kiranya, warga Lumajang bisa mema'afkan ketua DPRD yang lupa dalam melafalkan Pancasila.
"Saya kira semua orang bisa terganggu hafalannya jika dalam kondisi tegang. Saya kira Pak Ketua DPRD sudah dengan kesatria meminta ma'af atas kejadian tersebut," papar ketua Yayasan Ponpes Sayrifuddin tersebut.
Baca juga: Air Mata Haru di Rumah Reyot: Polisi Datang Bawa Harapan untuk Nenek Murtimah
Hal yang menarik juga, saat pernyataan pengunduran diri Ketua DPRD langsung ditolak oleh Fraksi NasDem-PAN. Hj. Nur Hidayati M.Si, ketua Farkasi NasDem-PAN dengan tegas menolak Ketua DPRD mundur.
Begitu pula sejumlah Fraksi di DPRD juga menolak pengunduran diri Ketua DPRD. Sugianto, anggota Fraksi PKB Lumajang juga menolak dan hampir semua Fraksi di DPRD Lumajang juga menolak.
Baca juga: Mudik Gratis 2026, Pemkab Lumajang Prioritaskan Keselamatan Warga
"Fraksi di DPRD kompak untuk menolak pengunduran diri mas Anang dari pimpinan DPRD Lumajang," tegas Sugianto.(Yd/red)
Editor : Redaksi