Lumajang - Mundurnya Anang Ahmad Syaifuddin dari Ketua DPRD Lumajang direspon banyak pihak. Abdul Wadud Nafis, tokoh masyarakat Lumajang menganggap kesalahan pelafalan Pancasila bisa terjadi pada siapa saja.
Terlebih lagi, saat situasi yang tegang seperti saat menghadapi masa aksi demo, bisa saja lupa saat melafalkan Pancasila. Pengasuh Ponpes Manarul Qur'an itu aman menyayangkan Anang mundur dari posisi ketua DPRD.
Baca juga: Cegah Wisatawan Berdesakan, Pemkab Lumajang Proses Bantuan Tangga Tambahan di Tumpak Sewu
Terlebih lagi, Anang sudah dengan kesatria mengakui kesalahan dan meminta ma'af. Kiranya, warga Lumajang bisa mema'afkan ketua DPRD yang lupa dalam melafalkan Pancasila.
"Saya kira semua orang bisa terganggu hafalannya jika dalam kondisi tegang. Saya kira Pak Ketua DPRD sudah dengan kesatria meminta ma'af atas kejadian tersebut," papar ketua Yayasan Ponpes Sayrifuddin tersebut.
Baca juga: Harumkan Nama Indonesia di Asian Games, Atlet Asal Lumajang Disambut Bupati dan Wabup
Hal yang menarik juga, saat pernyataan pengunduran diri Ketua DPRD langsung ditolak oleh Fraksi NasDem-PAN. Hj. Nur Hidayati M.Si, ketua Farkasi NasDem-PAN dengan tegas menolak Ketua DPRD mundur.
Begitu pula sejumlah Fraksi di DPRD juga menolak pengunduran diri Ketua DPRD. Sugianto, anggota Fraksi PKB Lumajang juga menolak dan hampir semua Fraksi di DPRD Lumajang juga menolak.
Baca juga: Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif, Patroli Perintis Presisi Polres Lumajang Sasar Warga Lewat Dialogis
"Fraksi di DPRD kompak untuk menolak pengunduran diri mas Anang dari pimpinan DPRD Lumajang," tegas Sugianto.(Yd/red)
Editor : Redaksi