Lumajang - Hiu tutul terdampar di Pantai Mbah Drajid Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang, hal tersebut menjadi tontonan warga sekitar.
Kejadian ini hampir setiap tahun terjadi dengan kondisi ikan sudah mati. Kapolsek Yosowilangun, AKP Syamsul Hadi mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan dari warga terkait penemuan hiu tutul ini. Tim gabungan dari Polsek, BPBD, Dinas Perikanan, dan perangkat desa langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Baca juga: DPRD Lumajang Terima Aspirasi Aliansi Masyarakat Soal Keberlanjutan Program MBG
Hiu tutul yang ditemukan memiliki ukuran yang sangat besar, yakni panjang sekitar 7 meter dan lebar sirip mencapai 3 meter. Tubuhnya yang berwarna hitam dengan bintik-bintik putih khas hiu tutul semakin menambah kemegahan makhluk laut tersebut.
Tim gabungan yang tiba di lokasi pada Sabtu pagi langsung melakukan asesmen.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
"Proses evakuasi bangkai hiu tutul menghadapi kendala akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung karena gelombang pasang" ungkapnya.
Rencananya, bangkai hiu tutul akan dikubur di sekitar lokasi. Namun, karena gelombang masih tinggi, evakuasi terpaksa ditunda.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
Penyebab matinya Hiu tutul belum diketahui secara pasti kemungkinan disebabkan cuaca yang sangat panas dan gelombang pasang/tinggi.
Penemuan hiu tutul raksasa ini tentu saja menarik perhatian warga sekitar. Banyak warga yang penasaran dan datang ke lokasi untuk melihat langsung (Ind/red).
Editor : Redaksi