LUMAJANG – Bupati Lumajang Indah Amperawati secara resmi membuka Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-XXXIV Pelajar Islam Indonesia (PII) Jawa Timur di Pendopo Arya Wiraraja, Sabtu (10/5/2025). Kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Bangkit PII ke-78, menandai momentum pembaruan semangat kepemimpinan pelajar di tengah tantangan zaman.
Baca juga: Permatabirufest 2026 Meriah, Ratusan Anak TK/RA Lumajang Unjuk Bakat Mewarnai dan Menyanyi
Dalam sambutannya, Indah menegaskan pentingnya organisasi pelajar sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan etika generasi muda. Ia menyebut, pengalaman dalam organisasi memberikan bekal bukan hanya teknis, tetapi juga membentuk visi dan mentalitas yang tangguh.
“Saya sendiri adalah produk PII. Di sinilah saya belajar tentang kepemimpinan, membangun karakter, dan etika bermasyarakat. Apa yang saya capai hari ini, berakar dari pengalaman itu,” ujarnya.
Indah juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk membuka ruang lebih luas bagi partisipasi organisasi pelajar, baik intra maupun ekstra sekolah. Menurutnya, pelajar yang aktif berorganisasi cenderung memiliki kapasitas kepemimpinan yang lebih matang dan visioner.
“Saya bisa membedakan dengan jelas mana pemimpin yang punya pengalaman organisasi dan mana yang tidak. Kematangan berpikirnya sangat berbeda,” tegasnya.
Baca juga: Bupati Lumajang Lepas Fun Run Bagus Permata Biru, Dorong Gaya Hidup Sehat
Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkab Lumajang membuka ruang kolaborasi bagi organisasi pelajar untuk terlibat dalam pembangunan sumber daya manusia. Dukungan tersebut mencakup program-program sosial dan pendidikan, termasuk inisiatif bimbingan belajar gratis bagi siswa kurang mampu yang segera dijalankan PII Lumajang, dengan fasilitas sekretariat yang telah disiapkan.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pendidikan sekaligus menumbuhkan semangat belajar di kalangan pelajar dari keluarga prasejahtera.
Baca juga: Sinergi Pemkab dan Bank Jatim, CSR Percantik Alun-Alun Lumajang
Konferwil ke-34 ini juga menjadi forum konsolidasi bagi PII Jawa Timur, yang sejak berdiri pada 1947 telah melahirkan sejumlah tokoh nasional seperti Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, dan Ahmad Muzani.
“PII adalah organisasi yang tidak pernah kehilangan arah. Sejak awal berdiri, ia menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya pemimpin bangsa. Mari lanjutkan estafet ini dengan tekad dan komitmen yang kuat,” tutup Bupati (Ind/Kom/red).
Editor : Redaksi