LUMAJANG – Rawon Klakah, salah satu kuliner legendaris khas Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, terus menjadi favorit wisatawan dan warga lokal.
Baca juga: Dukung Peningkatan IPM dan RLS, Fraksi PDI Perjuangan Lumajang Gagas Beasiswa Gotong Royong
Hidangan berkuah hitam dengan potongan daging sapi empuk ini menjadi ikon kuliner Kecamatan Klakah dan ramai dikunjungi setiap akhir pekan.
Warung-warung rawon di kawasan Klakah, terutama yang berada di sepanjang Jalan Raya Klakah – Lumajang, kerap dipadati pembeli sejak pagi.
Cita rasa khas dari kuah kluwek yang gurih pekat serta irisan daging yang lembut menjadikan rawon ini berbeda dari rawon di daerah lain.
"Rasanya khas banget, dagingnya empuk, kuahnya kuat bumbunya. Tiap ke Lumajang, saya pasti mampir makan di sini," ujar Andi Prasetyo, wisatawan asal Surabaya, Sabtu (1/6/2025).
Baca juga: PDI Perjuangan Lumajang Rilis Kinerja Fraksi DPRD Selama Tahun 2025
Pemilik warung Rawon Bu Siti, salah satu warung yang terkenal di daerah tersebut, mengaku omzet penjualannya meningkat hingga 30 persen sejak beberapa bulan terakhir, terutama setelah promosi kuliner lokal digencarkan oleh pemerintah daerah.
"Alhamdulillah makin ramai, apalagi sekarang banyak yang tahu Rawon Klakah dari media sosial," katanya.
Rawon Klakah biasa disajikan dengan nasi putih, taoge pendek, sambal, kerupuk udang, dan potongan jeruk nipis. Harga satu porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000.
Baca juga: Soroti Implementasi Perbup Pertambangan, DPRD Terima Audiensi PC PMII Lumajang
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lumajang menyebut Rawon Klakah sebagai bagian dari upaya pengembangan wisata kuliner lokal.
Rencananya, kuliner ini akan dipromosikan lebih luas dalam Festival Rawon Klakah yang akan digelar pada Agustus mendatang.(red)
Editor : Harry Purwanto