Lumajang – Suasana Ramadan di Alun-Alun Lumajang kini menghadirkan nuansa berbeda. Di tengah keramaian warga yang menanti waktu berbuka, pemandangan tak lagi sekadar antrean takjil atau keluarga yang bersantai. Banyak pengunjung terlihat khusyuk menatap layar gawai, mengikuti kajian daring hingga membaca Al-Qur’an digital.
Baca juga: Aksi Heroik Polisi Gendong Siswa SD Seberangi Lahar Dingin Gunung Semeru Demi Sekolah
Transformasi ini tak lepas dari hadirnya layanan WiFi publik gratis yang disediakan Pemerintah Kabupaten Lumajang. Empat titik akses internet yang tersebar di area strategis alun-alun memungkinkan masyarakat menikmati jaringan stabil dengan jangkauan luas.
Ngabuburit pun bertransformasi. Jika sebelumnya identik dengan berburu kuliner atau sekadar berjalan-jalan, kini waktu menjelang Magrib dimanfaatkan untuk aktivitas yang lebih produktif dan bernilai ibadah. Sejumlah pengunjung tampak mengikuti kajian Ramadan melalui platform digital, mendengarkan murottal, hingga menyimak tausiyah singkat sambil menunggu azan berkumandang.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, Mustaqim, menyampaikan bahwa penyediaan WiFi publik merupakan bagian dari peningkatan kualitas pelayanan sekaligus mendorong pemanfaatan ruang publik secara positif.
“Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mengarahkan penggunaan teknologi pada aktivitas yang membangun karakter dan memperkuat nilai spiritual,” ujarnya, Senin (23/2/2026).
Selain menunjang kegiatan keagamaan, fasilitas tersebut juga dimanfaatkan pelajar untuk mengerjakan tugas sekolah dan mencari referensi pembelajaran. Sejumlah pekerja bahkan tetap dapat menyelesaikan pekerjaan ringan dari ruang terbuka.
Baca juga: Diguyur Hujan, Polisi Tetap Siaga: Patroli Ngabuburit Polsek Sukodono Sasar Balap Liar di JLT
Menurut Mustaqim, perubahan ini menunjukkan bahwa ruang publik dapat berkembang menjadi ruang belajar dan berbagi pengetahuan yang inklusif bagi semua kalangan.
Bagi warga, manfaatnya terasa nyata. Siti Aisyah (39), salah satu pengunjung, mengaku rutin datang bersama anaknya untuk menunggu berbuka sambil mengikuti kajian daring.
“Biasanya kalau ngabuburit hanya jalan-jalan saja. Sekarang bisa ikut kajian online dan anak saya juga bisa belajar. Waktunya jadi lebih bermanfaat,” tuturnya.
Baca juga: Satgas Pangan Polres Lumajang dan Bapanas RI Turun ke Pasar, Pastikan Stok dan Harga Bapokting Aman
Keberadaan WiFi gratis juga membantu masyarakat yang memiliki keterbatasan kuota internet agar tetap dapat mengakses informasi dan konten edukatif selama Ramadan. Meski demikian, warga diimbau memanfaatkan fasilitas tersebut secara bijak dan menghindari aktivitas yang tidak produktif.
Pemanfaatan teknologi secara sehat diharapkan menjadi bagian dari budaya digital masyarakat, khususnya di bulan suci yang identik dengan pengendalian diri dan peningkatan kualitas ibadah.
Di tengah perkembangan teknologi, Ramadan di Alun-Alun Lumajang pun tampil dengan wajah baru lebih terkoneksi, lebih produktif, dan tetap hangat dalam semangat kebersamaan (Red).
Editor : Redaksi