Lumajang - Guna Memastikan stabilitas pasokan bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, Komisi B DPRD Kabupaten Lumajang menggelar rapat kerja sekaligus monitoring lapangan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) pada Jumat (06/03/2026).
Langkah ini diambil untuk mengawal ketersediaan pangan serta mengantisipasi lonjakan harga yang kerap terjadi di bulan Ramadan. Berikut adalah poin-poin penting dalam agenda monitoring tersebut:
Baca juga: DPRD Lumajang Terima Aspirasi Aliansi Masyarakat Soal Keberlanjutan Program MBG
1. Surplus Neraca Pangan Maret
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan bulan Maret, DKPP melaporkan bahwa ketersediaan komoditas pokok di Lumajang berada pada level aman dan mengalami surplus. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa stok pangan bagi masyarakat dipastikan mencukupi hingga hari kemenangan tiba.
2. Kunjungan ke Sektor Industri (PT Nagaya Vena Union)
Komisi B meninjau langsung operasional PT Nagaya Vena Union di Jalan Raya Wonokerto, Kecamatan Tekung. Perusahaan penggilingan padi dan trading palawija ini menjadi salah satu titik vital dalam rantai pasok daerah.
Tujuan: Memastikan proses pengolahan hasil tani berjalan optimal.
Baca juga: DPRD Lumajang Dukung Semua Tuntutan Aksi, Ajak Mahasiswa Ikut Awasi Program Pemerintah
Fokus: Menjamin distribusi beras dan palawija dari petani ke pasar tetap lancar tanpa hambatan teknis.
3. Pengawasan Pasar dan Operasi Pasar Murah
Selain memantau sisi produksi, DKPP juga mengintensifkan monitoring ke sejumlah pasar tradisional. Komisi B menekankan bahwa ketersediaan stok harus dibarengi dengan keterjangkauan harga.
"Meski ketersediaan aman, pengawasan distribusi tetap menjadi prioritas. Kami mendorong Pemerintah Daerah dan Satgas Pangan untuk terus menggelar pasar murah jika terjadi fluktuasi harga yang tidak wajar," tegas salah satu anggota Komisi B dalam rapat tersebut.
Baca juga: Desak Perbaikan Tata Kelola MBG dan KDKMP, Mahasiswa Demo Depan DPRD Lumajang
Sinergi untuk Ketahanan Pangan
Melalui kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan pelaku industri, diharapkan masyarakat Lumajang dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terkait kelangkaan bahan pokok.(Red)
Editor : Redaksi