Kerukunan

Toleransi Lintas Iman di Senduro Menguat, Polisi–Pecalang Bersatu Amankan Tarawih hingga Pawai Ogoh-Ogoh

Reporter : Indana Zulfa
Kerukunan umat beragama

Lumajang – Harmoni keberagaman kembali terlukis indah di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Sinergi antara aparat kepolisian, pecalang, dan masyarakat lintas agama tampak solid dalam menjaga keamanan dua kegiatan keagamaan yang berlangsung berdekatan, Rabu (18/3/2026).

 

Baca juga: Polres Lumajang Bongkar Jaringan Okerbaya, Dua Pengedar Ditangkap dengan 23.959 Pil Logo Y

Personel Polres Lumajang bersama pecalang dan takmir Masjid Baitussalam bahu-membahu mengamankan pelaksanaan salat tarawih di Jalan Serma Dohor, Desa Senduro. Aparat terlihat sigap mengatur arus lalu lintas serta menata parkir kendaraan demi memastikan kenyamanan para jemaah. Bahkan, mereka turut membantu menyeberangkan warga yang hendak maupun usai menjalankan ibadah.

 

Menariknya, semangat toleransi tidak berhenti di situ. Usai pengamanan tarawih, peran berganti. Takmir masjid turut ambil bagian dalam pengamanan kegiatan umat Hindu di depan Pura Mandara Giri Semeru, bersama pecalang dan kepolisian.

 

Kegiatan tersebut merupakan pawai ogoh-ogoh, bagian dari rangkaian perayaan menjelang Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1948. Dengan jarak antara masjid dan pura yang hanya sekitar 200 meter, koordinasi pengamanan dilakukan secara terpadu dan penuh kebersamaan.

 

Pawai berlangsung meriah. Patung-patung ogoh-ogoh diarak keliling, diiringi tarian serta alunan musik tradisional Bali. Tradisi malam pengerupukan ini menjadi simbol penyucian diri dan lingkungan dari energi negatif sebelum Hari Raya Nyepi.

 

Baca juga: Perketat Keselamatan Penambang, Pemkab Lumajang Tegaskan Batas Jam Operasional di Kawasan Semeru

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kasubsi Pidm Sihumas Ipda Suprapto menegaskan, pengamanan tersebut menjadi cerminan nyata kuatnya toleransi di tengah masyarakat.

 

“Polres Lumajang berkomitmen memberikan pengamanan maksimal bagi seluruh kegiatan masyarakat tanpa memandang latar belakang agama. Sinergi ini membuktikan bahwa toleransi di Lumajang berjalan sangat baik,” ujarnya.

 

Ia juga mengapresiasi kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan saling menghormati selama kegiatan berlangsung.

Baca juga: Bupati dan Wabup Lumajang Jenguk Korban Insiden di Aliran Material Semeru, Pastikan Penanganan Medis Maksimal

 

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, baik pengurus masjid, pecalang, maupun masyarakat yang telah menjaga kondusivitas wilayah. Semoga semangat toleransi ini terus terpelihara dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” pungkasnya.

 

Kolaborasi erat antara aparat keamanan dan masyarakat lintas agama ini menghadirkan suasana Senduro yang aman, damai, dan penuh kebersamaan sebuah potret nyata indahnya keberagaman Indonesia (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru