Lumajang — Di tengah dinamika dunia pendidikan yang kian kompleks, momentum Halalbihalal dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi. Kapolsek Kedungjajang AKP Rudi Isyanto hadir langsung dalam silaturahmi akbar pengurus dan anggota PGRI Cabang Kedungjajang, Sabtu (11/4/2026), membawa pesan tegas: soliditas guru adalah fondasi yang tak boleh retak.
Baca juga: Bupati Lumajang: SDM Unggul Jadi Kunci Hadapi Tantangan Zaman
Kegiatan yang digelar di Gedung PGRI Kedungjajang sejak pagi itu bukan sekadar tradisi pasca-Idulfitri. Ini adalah panggung kebersamaan tempat para guru menyatukan langkah di tengah tantangan kebijakan pendidikan yang terus bergerak.
Sejumlah tokoh turut hadir, mulai dari unsur TNI, pengurus PGRI kabupaten, hingga jajaran pendidikan setempat. Kehadiran mereka mempertegas satu hal: dunia pendidikan tidak berjalan sendiri, melainkan ditopang sinergi lintas sektor.
Dalam sambutannya, perwakilan PGRI Kabupaten Lumajang menyoroti isu krusial yang tak bisa diabaikan mulai dari polemik tenaga honorer hingga skema P3K paruh waktu. Bahkan, fakta mengejutkan mencuat: delapan lembaga pendidikan di Kedungjajang masih tanpa kepala sekolah.
Situasi ini menjadi alarm keras bagi semua pihak.
Di tengah suasana penuh keakraban, rangkaian acara berlangsung khidmat namun sarat makna. Dari lantunan ayat suci, nyanyian kebangsaan, hingga gema sholawat Al-Banjari, semuanya menyatu dalam satu pesan: menjaga persatuan.
Baca juga: Polres Lumajang Bongkar Jaringan Okerbaya, Dua Pengedar Ditangkap dengan 23.959 Pil Logo Y
Pemberian tali asih kepada para purna tugas menjadi momen emosional pengingat bahwa dedikasi guru tak pernah lekang oleh waktu. Sementara tausiah yang disampaikan KH. As’at Malik menutup acara dengan refleksi spiritual yang mendalam.
Kapolsek Kedungjajang AKP Rudi Isyanto tak sekadar hadir. Ia menegaskan komitmen kepolisian untuk berdiri di belakang dunia pendidikan.
“Silaturahmi ini bukan hanya tradisi, tapi kekuatan. Ketika hubungan antar guru dan stakeholder terjaga, maka ekosistem pendidikan akan kokoh,” tegasnya.
Baca juga: Ratusan Warga Desa Tumpeng Meriahkan Pawai 1 Muharram, Polisi dan TNI Siaga Amankan Kegiatan
Ia juga menggarisbawahi peran keamanan sebagai elemen vital dalam proses belajar mengajar.
“Lingkungan yang aman adalah syarat mutlak pendidikan yang berkualitas. Kami siap bersinergi untuk itu,” ujarnya.
Acara berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan. Namun di balik itu, tersimpan pesan yang lebih dalam: dunia pendidikan sedang diuji, dan hanya dengan soliditas serta kebersamaan, tantangan itu bisa ditaklukkan (Red).
Editor : Redaksi