Pantau ketersediaan

Stok Kosong, Permintaan Meledak: LPG 3 Kg di Senduro Jadi Sorotan

Reporter : Indana Zulfa
Pemantauan Polsek Senduro di pangkalan LPG

Lumajang — Alarm ketersediaan gas bersubsidi kembali berbunyi. Aparat kepolisian turun langsung ke lapangan saat lonjakan permintaan LPG 3 kilogram mulai menekan pasokan di tingkat agen.

 

Baca juga: Bupati Lumajang: SDM Unggul Jadi Kunci Hadapi Tantangan Zaman

Minggu (12/4/2026), anggota Polsek Senduro melakukan inspeksi mendadak di agen LPG milik Holil Furohman di Dusun Wonorejo, Desa Kandangtepus. Hasilnya mencengangkan: stok tabung gas melon kosong, sementara kebutuhan masyarakat terus meroket.

 

Kapolsek Senduro, AKP Wahono Pudji Santoso, mengungkap fakta yang tak bisa diabaikan. Sebanyak 100 tabung LPG 3 kilogram tercatat dalam kondisi kosong. Harga jual masih berada di angka Rp18.000 per tabung, namun barangnya nihil di lapangan.

 

“Distribusi sebenarnya berjalan rutin, dua kali dalam seminggu. Tapi saat ini stok habis tersapu tingginya permintaan,” tegasnya.

 

Fenomena ini memperlihatkan tekanan nyata pada rantai distribusi LPG subsidi. Di satu sisi, pasokan tetap berjalan. Di sisi lain, konsumsi masyarakat melonjak tajam, menciptakan jurang yang sulit dijembatani.

Baca juga: Polres Lumajang Bongkar Jaringan Okerbaya, Dua Pengedar Ditangkap dengan 23.959 Pil Logo Y

 

AKP Wahono tak menampik, tingginya kebutuhan menjadi tantangan serius. Jika tak dikendalikan, kondisi ini berpotensi memicu kelangkaan yang lebih luas.

 

“Kami akan terus memantau dan berkoordinasi agar distribusi tetap lancar dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Warga Desa Tumpeng Meriahkan Pawai 1 Muharram, Polisi dan TNI Siaga Amankan Kegiatan

 

Di tengah situasi ini, kepolisian mengeluarkan peringatan keras: masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan. Panic buying dinilai hanya akan memperparah kondisi dan mempersempit akses bagi warga lain yang membutuhkan.

 

Pesannya jelas distribusi harus adil, penggunaan harus bijak. Jika tidak, krisis kecil ini bisa berubah menjadi masalah besar (Red).

Editor : Redaksi

Politik dan Pemerintahan
Berita Populer
Berita Terbaru