Lumajang – Ketegangan yang sempat menyita perhatian publik akhirnya mereda. Kepala Desa Pakel, Sampurno, mendatangi Polres Lumajang untuk mencabut laporan dugaan penganiayaan yang sebelumnya ia ajukan.
Baca juga: Polsek Jatiroto Kenalkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara kepada Pelajar SMPN 1
Didampingi kuasa hukum, keputusan tersebut diambil setelah kedua pihak memilih jalan damai. Sampurno secara terbuka mengakui bahwa peristiwa yang terjadi berawal dari kesalahpahaman yang berujung pada konflik.
“Saya yang ngomong, jangan diplintir. Saya yang mempermalukan saudara D., ini hanya salah paham. Cukup sampai di sini dan tidak ada yang dihukum,” tegasnya.
Baca juga: Patroli Malam Digencarkan, Polisi Sasar Titik Rawan 3C di Lumajang
Suasana haru menyelimuti proses pencabutan laporan. Di hadapan aparat kepolisian, Sampurno tampak bersalaman dengan D., sosok yang sempat terseret dalam pusaran konflik. Jabat tangan itu menjadi simbol berakhirnya perselisihan dan kembalinya hubungan dalam bingkai persaudaraan.
Baca juga: Polsek Kunir Kenalkan SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Sasar Siswa Kelas IX SMPN 1 Kunir
Langkah damai ini tidak hanya mengakhiri sengketa, tetapi juga menjadi pesan kuat bahwa konflik dapat diselesaikan tanpa menyisakan dendam. Di tengah dinamika hukum yang berjalan, perdamaian menjadi titik temu yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan kebersamaan (Red).
Editor : Redaksi