Lumajang — Di tengah tuntutan profesionalisme dan sorotan publik terhadap kinerja aparat, pendekatan berbeda ditempuh jajaran Polsek Ranuyoso. Bukan melalui apel atau penegakan disiplin semata, melainkan lewat penguatan spiritual yang dijalankan secara rutin.
Baca juga: UNAIR Turunkan 180 Mahasiswa KKN di Lumajang, Fokus pada Potensi dan Persoalan Masyarakat
Kamis (23/4/2026), suasana Musholla Al Hakiimu di lingkungan Mapolsek Ranuyoso tampak berbeda. Seluruh personel berkumpul dalam kegiatan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) yang dikemas melalui program polisi mengaji dan tahlil. Ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan, diikuti doa bersama menciptakan ruang refleksi di tengah rutinitas tugas kepolisian.
Kapolsek Ranuyoso, Imam Soepardi, menegaskan bahwa Binrohtal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen pembentukan karakter. Menurutnya, penguatan iman menjadi fondasi penting dalam membangun sosok anggota Polri yang humanis dan berintegritas.
“Pendekatan spiritual ini menjadi penyeimbang. Tugas kepolisian tidak hanya membutuhkan ketegasan, tetapi juga keikhlasan dan nilai moral yang kuat,” ujarnya.
Baca juga: Resmob Polres Lumajang Ringkus Pelaku Jambret, Diduga Sudah Empat Kali Beraksi di Sejumlah Lokasi
Ia menambahkan, pembinaan rohani juga berfungsi sebagai ruang introspeksi bagi personel, terutama dalam menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Dalam praktiknya, kekuatan mental dan spiritual dinilai mampu memengaruhi cara anggota mengambil keputusan di lapangan.
Di tengah kompleksitas persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), keseimbangan antara profesionalitas dan spiritualitas disebut menjadi kunci. Personel dengan landasan iman yang kuat diyakini lebih mampu menjaga sikap, menghindari pelanggaran, serta bertindak proporsional.
Baca juga: Majelis As-Tsuroya Dilantik, Bupati Lumajang: Dakwah Harus Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti secara menyeluruh oleh anggota. Tidak sekadar rutinitas, Binrohtal menjadi simbol pendekatan internal Polri dalam membangun kualitas sumber daya manusia secara utuh bukan hanya terampil, tetapi juga berkarakter.
Langkah ini sekaligus menegaskan arah baru pembinaan institusi: bahwa menjaga keamanan tidak hanya dimulai dari luar, tetapi juga dari dalam diri aparat itu sendiri (Red).
Editor : Redaksi