Lumajang — Suasana formal di Polsek Tempursari mendadak berubah menjadi riuh dan penuh tawa, Kamis (23/4/2026). Puluhan siswa TK Dharma Wanita Purorejo “menguasai” kantor polisi dalam kegiatan outing class edukatif yang sarat pesan.
Baca juga: UNAIR Turunkan 180 Mahasiswa KKN di Lumajang, Fokus pada Potensi dan Persoalan Masyarakat
Dengan langkah kecil dan rasa ingin tahu besar, anak-anak diajak menelusuri ruang-ruang di Mapolsek. Mereka melihat langsung aktivitas kepolisian, berinteraksi dengan anggota, hingga melontarkan pertanyaan polos yang mencairkan suasana.
Kapolsek Tempursari, Sukirno, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari strategi membangun kedekatan sejak dini. Bagi kepolisian, pendekatan kepada anak-anak dinilai penting untuk menghapus stigma sekaligus menanamkan nilai keamanan dan ketertiban.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa polisi adalah sahabat, bukan sosok yang harus ditakuti,” ujarnya.
Tak sekadar berkeliling, para siswa juga mendapatkan pengenalan sederhana tentang tugas-tugas polisi mulai dari menjaga keamanan hingga melindungi masyarakat. Edukasi disampaikan dengan pendekatan ringan agar mudah dipahami oleh anak-anak.
Baca juga: Resmob Polres Lumajang Ringkus Pelaku Jambret, Diduga Sudah Empat Kali Beraksi di Sejumlah Lokasi
Yang menarik, dalam kegiatan ini juga disisipkan pesan penting terkait pencegahan kekerasan dan bullying. Dengan bahasa sederhana, polisi mengajak anak-anak untuk saling menghargai, berani berbicara, dan tidak diam jika mengalami perlakuan tidak menyenangkan.
Respons positif datang dari para guru pendamping. Mereka menilai pengalaman belajar di lingkungan kepolisian memberikan kesan mendalam sekaligus membangun keberanian anak dalam mengenal institusi negara.
Baca juga: Majelis As-Tsuroya Dilantik, Bupati Lumajang: Dakwah Harus Hadirkan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama momen sederhana yang menjadi simbol perubahan persepsi: dari rasa takut menjadi rasa dekat.
Langkah kecil di ruang sederhana itu menyampaikan pesan besar bahwa membangun kepercayaan publik bisa dimulai sejak usia dini (Red).
Editor : Redaksi