Lumajang — Aksi pelemparan batu terhadap kendaraan yang melintas di sejumlah wilayah Lumajang kini berubah menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan. Fenomena yang awalnya dianggap insiden biasa itu kini disebut aparat kepolisian mulai berkembang menjadi tren kriminal berbahaya.
Kapolres Lumajang AKBP Alex mengungkapkan, pola aksi yang terjadi belakangan berbeda dengan kasus kriminal jalanan sebelumnya. Jika dahulu pelaku kejahatan jalanan identik dengan pemalakan atau perampasan, kini pelaku justru melakukan aksi secara acak hanya untuk mencelakai korban.
Baca juga: Kejar Tanpa Henti! Polisi Buru Begal Sadis di Jatiroto, Warga Diminta Doa dan Dukungan Ungkap Pelaku
“Pelaku hanya ingin melempar dan membuat orang lain menderita,” tegas Kapolres.
Polisi telah memetakan sejumlah titik rawan yang kerap menjadi lokasi aksi pelemparan batu, di antaranya kawasan Sumbersuko, Tempeh, Jatiroto hingga Jalur Lintas Selatan (JLS). Mayoritas lokasi tersebut berada di jalur minim penerangan dan relatif sepi pada malam hingga dini hari.
Menurut AKBP Alex, fenomena tersebut diduga dipengaruhi efek ikut-ikutan yang berkembang di media sosial. Karena itu, aparat kini tidak hanya fokus melakukan patroli lapangan, tetapi juga memantau pola kejadian yang mulai berulang di beberapa titik berbeda.
“Ini fenomena baru. Dulu kasus jalanan biasanya ada unsur pemalakan. Kalau sekarang tidak ada, pelaku hanya melakukan pelemparan yang membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Baca juga: Teror Begal di Jalur Sepi Jatiroto: Korban Dibacok, Tas Berisi Uang Rp25 Juta Digasak
Aksi brutal tersebut memicu keresahan masyarakat karena berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal. Sejumlah pengendara dilaporkan mengalami kerusakan kendaraan setelah dilempari batu saat melintas pada malam hari. Tidak sedikit warga yang mulai merasa takut melintas di jalur sepi pada jam-jam rawan.
Menjawab keresahan itu, Polres Lumajang memperketat patroli malam dan meningkatkan pengawasan di wilayah yang dianggap rawan. Polisi juga melakukan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku serta memetakan kemungkinan pola dan kelompok yang terlibat.
Namun hingga saat ini, aparat mengakui belum ada pelaku yang berhasil diamankan.
Baca juga: Patroli Semalam Suntuk, Polsek Jatiroto Perketat Pengawasan Jalur Sepi
“Pelaku belum ada yang berhasil kita tangkap. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pencarian,” kata Kapolres.
Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini turut memperkuat langkah pencegahan melalui pengaktifan kembali Siskamling, pemasangan CCTV di dusun-dusun, hingga percepatan perbaikan lampu penerangan jalan di titik-titik rawan.
Polisi juga mengimbau masyarakat tetap waspada, mengurangi perjalanan sendirian pada malam hari di jalur sepi, serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar lingkungan maupun jalan raya (Red).
Editor : Redaksi